Mónica Martinich tewas ditabrak pikap saat latihan maraton di Ekuador, meski dirinya dan dua pelari lain sudah ditemani kendaraan pengawal.
TRIBUNSTYLE.COM - Seorang ibu dua anak di Ekuador tewas saat sedang berlatih untuk mengikuti maraton pertamanya. Mónica Andrea Martinich Cohn, 38 tahun, ditabrak sebuah pikap yang melaju kencang pada Jumat pagi 4 September 2026. Tragisnya, kecelakaan terjadi meski Mónica dan dua pelari lainnya sudah ditemani kendaraan pengawal.
Dikutip TribunStyle.com dari Mothership pada Senin 7 September 2026, Mónica sedang berlari bersama dua orang lainnya di jalan E40 dekat Guayaquil, Ekuador. Ketiganya berlari sekitar pukul 04.30 waktu setempat ketika kondisi langit masih gelap. Sebuah pikap berjalan perlahan di samping mereka dengan lampu hazard menyala untuk membantu menjaga keselamatan para pelari.
Dalam rekaman video, ketiga pelari terlihat berada di jalur paling kanan dari jalan yang memiliki empat lajur. Salah satu pelari mengenakan pakaian berwarna terang dan menggunakan lampu merah yang berkedip agar lebih mudah terlihat. Namun, sebuah pikap lain tiba-tiba datang dari belakang dengan kecepatan tinggi.
Kendaraan tersebut berusaha melewati kendaraan pengawal ketika beberapa kendaraan lain berada di lajur sebelahnya. Pikap itu kemudian menabrak Mónica yang berada di sisi kiri kelompok pelari. Dua pelari lainnya berhasil menghindar dan tidak mengalami luka.
Mónica terjatuh di pinggir jalan setelah terkena hantaman kendaraan. Pengemudi pikap yang menabraknya tidak berhenti untuk memberikan pertolongan dan justru langsung meninggalkan lokasi. Peristiwa tersebut kemudian ditangani sebagai kasus tabrak lari.
Baca juga: Paru-paru baja! Pria Ini Ikut Maraton Puluhan Kilometer Sambil Merokok, Langsung Diskors 2 Tahun
Komisi Transportasi Ekuador menyatakan Mónica meninggal dunia akibat kecelakaan tersebut. Kabar itu kemudian menyebar dan membuat keluarga serta komunitas pelari di Guayaquil berduka. Banyak orang mengenang Mónica sebagai sosok yang aktif berolahraga dan rutin berlari.
Mónica dikenal sebagai pelari amatir yang aktif mengikuti kegiatan lari bersama komunitas di wilayah Guayaquil. Ia sebelumnya telah mengikuti beberapa lomba half marathon di Ekuador dan Amerika Serikat. Saat kecelakaan terjadi, ia sedang mempersiapkan diri untuk mengikuti maraton penuh pertamanya.
Maraton tersebut rencananya akan menjadi pencapaian baru bagi Mónica setelah sebelumnya mengikuti sejumlah lomba lari jarak menengah. Ia disebut serius menjalani latihan untuk mempersiapkan tubuhnya menghadapi jarak yang lebih jauh. Namun, impian tersebut terhenti setelah kecelakaan tragis itu.
Setelah kecelakaan, pihak berwenang berusaha melacak kendaraan yang diduga digunakan pelaku. Sebuah pikap RAM kemudian ditemukan di wilayah Colimes, Provinsi Guayas, dan diamankan untuk diperiksa. Pengemudinya masih dicari oleh pihak berwenang.
Penyelidik juga meminta rekaman kamera keamanan di sekitar lokasi untuk membantu mengetahui pergerakan kendaraan tersebut. Polisi masih berusaha memastikan siapa orang yang berada di balik kemudi saat kecelakaan terjadi. Sementara itu, dua pelari yang bersama Mónica dilaporkan selamat.
Kematian Mónica membuat komunitas pelari setempat menggelar kegiatan untuk mengenangnya. Keluarga, teman, dan sejumlah pelari berjalan bersama pada Minggu 6 September sebagai bentuk penghormatan. Mereka juga menyuarakan pentingnya keselamatan bagi orang yang berolahraga di jalan raya.
Kecelakaan tersebut menjadi perhatian karena terjadi saat kondisi masih gelap pada pagi hari. Kejadian ini juga menunjukkan risiko yang dihadapi pelari ketika harus berbagi jalan dengan kendaraan bermotor. Bagi keluarga Mónica, persiapan menuju maraton pertamanya kini berubah menjadi kenangan terakhir tentang perjuangannya mengejar impian tersebut. (TribunStyle.com | Ira Azzahra)
Contact to : xlf550402@gmail.com
Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.