Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Kristoforus Bota
POS-KUPANG.COM, BETUN - Kepedulian terhadap masyarakat yang terdampak Gempa Flores, Provinsi NTT terus mengalir dari berbagai daerah.
Salah satunya datang dari Organisasi Flores Nusa Bunga (FNB) Jakarta yang berhasil menghimpun dan menyalurkan sebanyak 2,5 ton paket bantuan sembako kepada masyarakat di sejumlah wilayah terdampak bencana.
Bantuan kemanusiaan tersebut terdiri dari 285 karung beras berukuran 5 kilogram, 150 dos mie instan, 10 dos pakaian layak pakai, serta 5 dos makanan ringan untuk anak-anak.
Seluruh bantuan dikirim menggunakan jalur darat dan didistribusikan langsung ke sejumlah titik terdampak dengan harapan dapat menjangkau masyarakat yang benar-benar membutuhkan.
Baca juga: Polda NTT Salurkan Lagi Bantuan Korban Gempa ke Pulau Besar Sikka Flores
Ketua Umum Flores Nusa Bunga (FNB) Jakarta, Bertho Dopo, kepada POS-KUPANG.COM, Sabtu (5/9/2026), mengatakan pengiriman bantuan dilakukan melalui jasa ekspedisi atau transportasi darat.
Pilihan tersebut dilakukan untuk memastikan proses pengiriman dapat menjangkau wilayah-wilayah sasaran sekaligus memastikan bantuan yang telah dihimpun dari para pengurus, anggota, donatur dan warga Jakarta benar-benar sampai kepada masyarakat terdampak.
“Pengiriman bantuan dilakukan menggunakan ekspedisi atau transportasi darat guna memastikan bantuan yang disalurkan benar-benar tepat sasaran,” kata Bertho.
Proses distribusi bantuan berlangsung selama tiga hari, mulai Rabu, 2 September 2026 hingga Jumat, 4 September 2026.
Baca juga: Imigrasi Labuan Bajo dan Dirjen Pemasyarakatan Salurkan Bantuan bagi Korban Gempa Flores
Perjalanan kemanusiaan itu dimulai dari Kabupaten Ende, tepatnya di Kelurahan Mbongawani, Lingkungan Sukamaju, RT 01/RW 01, kemudian berlanjut menuju Kabupaten Nagekeo, di Natanage, Kecamatan Boawae.
Dari Nagekeo, distribusi diteruskan ke Desa Bopoma, Kabupaten Ngada, kemudian menuju Tanah Rata, Kecamatan Kota Komba, Kabupaten Manggarai Timur, sebelum akhirnya dituntaskan di Cancar, Kabupaten Manggarai, pada Jumat, 4 September 2026.
Rangkaian perjalanan tersebut menggambarkan bagaimana bantuan kemanusiaan tidak berhenti pada proses pengumpulan logistik.
Di balik setiap karung beras, dos mi instan, pakaian dan makanan anak yang dikirim, terdapat kepedulian dari banyak pihak yang ingin memastikan masyarakat terdampak gempa tidak merasa berjalan sendirian menghadapi masa sulit pascabencana.
Baca juga: Polres TTU Salurkan Bantuan Tahap II untuk Korban Gempa di Pulau Flores
Bantuan tersebut menurut Bertho merupakan bagian dari mata rantai solidaritas yang mempertemukan kepedulian pengurus organisasi, anggota, para donatur dan warga Jakarta dengan kebutuhan nyata masyarakat di lokasi terdampak gempa.
Bantuan dikumpulkan melalui kepedulian bersama, kemudian dibawa melintasi jarak untuk diserahkan kepada warga di sejumlah wilayah yang membutuhkan.
Kehadiran bantuan itu pun disambut masyarakat dengan rasa syukur. Bantuan sembako menjadi penopang kebutuhan sehari-hari warga di tengah situasi pascabencana. Namun, makna distribusi tersebut tidak hanya terletak pada nilai barang yang diterima.
Kehadiran Ketua Umum FNB bersama perwakilan pengurus di sejumlah titik terdampak juga menjadi bentuk dukungan moral bagi masyarakat yang masih berhadapan dengan berbagai konsekuensi akibat bencana.
Baca juga: Gempa Magnitudo 4,6 Guncang Manggarai, BMKG Pastikan Tak Berpotensi Tsunami
Kehadiran langsung para pengurus FNB membuat aksi kemanusiaan tersebut memiliki makna yang lebih luas. Bantuan tidak sekadar berbicara mengenai siapa yang memberi dan siapa yang menerima, tetapi tentang bagaimana kepedulian dapat bergerak melintasi jarak, dari Jakarta menuju pelosok Flores, hingga akhirnya tiba di tangan masyarakat yang membutuhkan.
Dengan berakhirnya distribusi di Cancar, Kabupaten Manggarai, pada Jumat (4/9/2026), rangkaian penyaluran bantuan FNB Jakarta memang telah selesai. Namun, menurut Bertho, berakhirnya distribusi bukan berarti berakhir pula pekerjaan kemanusiaan.
Dalam situasi bencana, distribusi bantuan hanyalah salah satu tahapan dari proses panjang pemulihan masyarakat.
Setelah bantuan logistik tersalurkan, masyarakat masih membutuhkan pendampingan, perhatian dan dukungan untuk kembali menata kehidupan mereka secara bertahap.
Baca juga: Warga Manggarai dan Manggarai Timur Kembali Dikagetkan Gempa Tektonik M4,6
Karena itu, aksi FNB Jakarta diharapkan menjadi bagian dari semangat gotong royong yang terus tumbuh dalam penanganan dampak gempa Flores.
Solidaritas yang dibangun dari berbagai pihak menunjukkan bahwa jarak bukan menjadi penghalang ketika kepedulian bergerak dengan tujuan yang sama, yakni membantu masyarakat yang sedang menghadapi kesulitan.
Menutup rangkaian aksi kemanusiaan tersebut, Ketua Umum FNB Jakarta, Bertho Dopo, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pengurus, anggota serta para donatur yang telah berpartisipasi aktif dalam penggalangan dan penyaluran bantuan bagi masyarakat terdampak gempa Flores NTT.
Menurutnya, bantuan tersebut tidak akan terwujud tanpa dukungan dan kepedulian banyak pihak.
"Setiap kontribusi yang diberikan menjadi bagian penting dari sebuah gerakan kemanusiaan yang diharapkan dapat meringankan beban masyarakat sekaligus menjaga semangat solidaritas bagi warga Flores yang sedang menjalani masa pemulihan pascabencana," pungkasnya. (ito)
Contact to : xlf550402@gmail.com
Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.