TRIBUN-SULBAR.COM, POLMAN- Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Kabupaten Polewali Mandar (Polman) terus meningkatkan kesiapsiagaan potensi terjadinya kebakaran, Sabtu (5/9/2026).
Apalagi dalam dua pekan terakhir ini intensitas Karhutla makin tinggi akibat musim kemarau.
Dalam delapan bulan terakhir ini, ada 49 kejadian Karhutla mulai 1 Januari hingga 5 September 2026.
Baca juga: Warga Botteng Tegas Tolak Tambang LTJ, Minta PT PERMINAS Hentikan Eksplorasi
Baca juga: BP3KP Buka Lowongan TPM Bedah Rumah, Ada Formasi untuk Mamuju hingga Mamasa
Dampak dari Karhutla ini mengakibatkan 92,91 hektare lahan dan kebun milik warga terdampak kebakaran.
Rentetan dua peristiwa Karhutla selama delapan bulan lebih ini ada dua kejadian yang paling besar dampaknya.
Yakni Karhutla terjadi di kawasan Desa Pallis hingga Desa Tamanggalle, Kecamatan Balanipa mengakibatkan 22 hektare lahan hangus terbakar pada 22 Agustus 2026 lalu.
Kemudian kejadian kedua pada 2 September 2026, kebakaran di Bukit Bungin-Bungin, Dusun Landi Pokki, Desa Baru, Kecamatan Luyo berdampak pada lahan seluas 20,88 hektare.
Luasan dampak Karhutla ini diketahui dari data yang dihimpun setelah dilakukan investigasi dan pendataan pasca kebakaran.
Person in Charge (PIC) Satgas Karhutla UPTD Damkar Polman Ahmad Robbani mengatakan dari pendataan yang dilakukan kejadian Karhutla di kawasan Pallis-Tamanggalle dan Bukit Bungin-Bungin Desa Baru sebagai lokasi dengan luasan terdampak terbesar untuk satu kejadian Karhutla di Polman.
Menurut Ahmad Robbani kebakaran di kawasan Pallis-Tamanggalle awalnya luas lahan yang terbakar diperkirakan sekitar 5 hektare.
Sementara Karhutla di Bukit Bungin-Bungin, Dusun Landi Pokki, Desa Baru, Kecamatan Luyo, pada Rabu, 2 September 2026 awalnya juga diperkirakan hanya lima hektare.
“Tetapi setelah dilakukan pemetaan pasca kebakaran mencatat luas lahan terdampak sebesar 20,88 hektare,” kata Ahmad Robbani kepada wartawan.
Dia menyampaikan dalam kejadian ini, tidak terdapat korban jiwa maupun korban luka, tetapi kerugian diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah.
Lantaran kebakaran mengenai lahan perkebunan produktif, termasuk tanaman sawit, pohon produktif, dan bibit tanaman milik masyarakat.
Sementara itu Kepala UPTD Damkar Polman, Imran menegaskan bahwa luas kebakaran di dua lokasi tersebut (Pallis-Tammagalle dan Desa Baru) harus menjadi perhatian bersama.
Terutama pada masa kemarau ketika vegetasi dan bahan organik mudah terbakar.
“Dua kejadian dengan luasan masing-masing lebih dari 20 hektare menunjukkan bahwa api di lahan kering dapat berkembang dengan sangat cepat dan melintasi batas wilayah desa,” kata Imran.
Dia mengimbau masyarakat menghentikan pembukaan lahan dengan cara membakar dan segera melapor apabila menemukan titik api agar penanganan dapat dilakukan sejak dini.
Satgas Karhutla Polman mengingatkan masyarakat agar tidak membuka atau membersihkan lahan dengan membakar, tidak membuang puntung rokok sembarangan.
Serta tidak meninggalkan api di kawasan kebun dan lahan kering.
Masyarakat juga diminta segera menghubungi aparat desa atau layanan Pemadam Kebakaran Kabupaten Polman apabila melihat asap maupun titik api.(*)
Laporan Wartawan Tribun-Sulbar.com, Fahrun Ramli
Contact to : xlf550402@gmail.com
Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.