SRIPOKU.COM - Ruben Onsu menyoroti persoalan biaya pemeliharaan dan pendidikan anak, ia pun meminta pihak Sarwendah untuk diaudit dan diungkap di persidangan hak asuh anak di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

Diketahui hingga kini persoalan presenter Ruben Onsu dan mantan istrinya, Sarwendah terkait anak-anak masih menjadi sorotan di tengah proses gugatan hak asuh.

Konflik tersebut mencuat setelah Ruben mengaku kesulitan bertemu dengan anak-anaknya, hingga akhirnya memilih menempuh jalur hukum untuk memperjuangkan hak asuh.

Di tengah proses tersebut, pihak Ruben juga menyoroti persoalan biaya pemeliharaan dan pendidikan anak.

Kuasa hukum Ruben, Minola Sebayang, meminta adanya transparansi mengenai penggunaan biaya yang selama ini menjadi tanggung jawab kliennya.

Minola mengatakan, persoalan biaya anak sebenarnya telah diatur dalam Akta 39.

NASIB RUBEN ONSU - Ruben Onsu disebut menghadapi sejumlah tekanan finansial, termasuk kewajiban memenuhi kebutuhan keluarga dan nafkah untuk Sarwendah.
NASIB RUBEN ONSU - Ruben Onsu disebut menghadapi sejumlah tekanan finansial, termasuk kewajiban memenuhi kebutuhan keluarga dan nafkah untuk Sarwendah. (Kolase/tangkapan layar/Grid.id)

Baca juga: Sarwendah Bantah Jadi Penyebab Ekonomi Ruben Onsu Bermasalah, Kuasa Hukum Singgung Uang Rp100 Miliar

Dalam kesepakatan itu biaya yang menjadi tanggung jawab Ruben meliputi biaya pemeliharaan dan pendidikan anak.

Ia menjelaskan, berdasarkan kesepakatan tersebut, biaya pemeliharaan dan pendidikan seharusnya disampaikan terlebih dahulu untuk kemudian didiskusikan oleh kedua pihak.

"Di dalam Akta 39 itu kan memang dikatakan yang menjadi tanggung jawab Ruben adalah biaya pemeliharaan dan biaya pendidikan anak yang wajib disampaikan terlebih dahulu dan kemudian didiskusikan," kata Minola kepada awak media, Kamis (3/9/2026).

Namun, Minola mengklaim mekanisme tersebut tidak pernah dilakukan.

Disebutnya, Ruben tidak mendapatkan penyampaian maupun pembahasan terlebih dahulu terkait besaran biaya yang harus dikeluarkan setiap bulan.

"Ini kan tidak pernah ada penyampaian, tidak ada diskusi, tiba-tiba muncul saja angka yang tiap bulannya tidak tetap juga," ujarnya.

Dengan demikian, pihak Ruben ingin persoalan penggunaan biaya tersebut dapat dibuktikan dalam persidangan. 

Minola menuturkan, pihak yang menggunakan biaya tersebut diharapkan dapat menunjukkan bahwa dana yang dikeluarkan memang digunakan untuk kebutuhan pemeliharaan dan pendidikan anak.

"Nah, jadi oleh karena yang menggunakan uang itu adalah mereka, maka kita menunggu di dalam proses persidangan itu mereka mampu membuktikan penggunaan mereka itu memang hanya untuk pemeliharaan dan pendidikan anak."

"Tentu dengan pertanggungjawaban yang akuntabilitas ya, artinya dari audit,” tuturnya.

Kata Pihak Sarwendah soal Biaya Anak

Sementara itu, kuasa hukum Sarwendah, Chris Sam Siwu, membantah anggapan bahwa uang yang diberikan Ruben digunakan Sarwendah untuk kepentingan pribadi. 

Ia menjelaskan, sistem pemberian dana selama ini dilakukan dengan mekanisme reimburse.

Reimburse adalah proses pengembalian atau penggantian dana pribadi yang sebelumnya telah dikeluarkan oleh seseorang untuk kepentingan atau keperluan pihak lain.

"Kita tahu bahwa keuangan yang disampaikan sistemnya reimburse ya. Setelah itu diajukanlah oleh pihak klien kami, dibaca oleh pihak mereka, dibayarkan," ujar Chris, Rabu.

Menurut Chris, setiap pengajuan pengeluaran yang telah dibaca oleh Ruben dan kemudian dibayarkan menunjukkan adanya persetujuan terhadap nominal yang diajukan. 

Dirinya pun menilai apabila terdapat pengeluaran yang tidak disetujui, seharusnya item tersebut dapat dicoret atau tidak dibayarkan.

"Artinya setuju ya. Kalau diajukan tapi dicoret yang A tidak boleh, yang B tidak boleh, ya sudah diterima aja sama klien kami. Tapi kan sudah dibaca dan dibayarkan. Artinya sebenarnya sudah ada persetujuan," jelasnya.

Chris juga menegaskan, dana yang selama ini menjadi pembahasan bukan semata-mata merupakan nafkah untuk Sarwendah. 

Ia menyebut pengeluaran tersebut berkaitan dengan kebutuhan pemeliharaan dan pendidikan anak-anak.

"Angka-angka itu sebenarnya angka-angka untuk pemeliharaan dan pendidikan anak, bukan hanya nafkah tok. "

"Kalau nafkah tok di-framing lagi seakan-akan besar sekali untuk Sarwendah," kata pengacara mantan personil grup Cherrybelle itu.

Kemudian ia juga membantah apabila dana tersebut disebut digunakan Sarwendah untuk memenuhi kebutuhan pribadi. 

Chris menegaskan bahwa uang yang diberikan berkaitan dengan kebutuhan anak-anak.

"Padahal tidak ada yang didapat untuk Sarwendah untuk kepentingan pribadi. Semua untuk kebutuhan anak," tegas Chris.

Ruben sebelumnya melayangkan protesenya karena tak mendapatkan haknya untuk bertemu kedua putrinya hingga mengajukan gugatan hak  asuh anak di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

Di tengah bergulirnya proses hukum itu, masalah lain ikut mencuat termasuk masalah nafkah yang selama ini diberikan oleh Ruben.

Ruben diketahui harus mengeluarkan sekitar Rp200 juta setiap bulannya untuk nafkah anak sejak cerai pada 2024 lalu.

Tapi Ruben justru selama ini tak mengetahui detail pengeluaran dari uang yang telah ia berikan tersebut.

Contact to : xlf550402@gmail.com


Privacy Agreement

Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.