TRIBUNPADANG.COM, AGAM - Jumlah korban dugaan keracunan usai menyantap Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Palupuh, Kabupaten Agam, terus bertambah pada Jumat 4/9/2026).
Berdasarkan data yang disampaikan oleh Puskesmas Palupuh, total korban dugaan keracunan MBG sudah mencapai 344 orang.
Untuk diketahui, data yang tercatat pada hari pertama yakni Rabu (2/9/2026) 237 orang, Kamis (3/9/2026) sebanyak 276 orang dan terus bertambah hingga 344 pada Jumat (4/9/2026).
Kepala Puskesmas (Kapus) Palupuh, Diva Riza mengatakan penambahan jumlah korban tercatat pada pukul 16.00 WIB.
Baca juga: Kualitas Udara di Padang Masuk Level Sedang, Warga Masih Diminta Pakai Masker
Sebelumnya pada Kamis kemarin, data korban sebanyak 276 terdata pada pukul 07.00 WIB.
"Jumlahnya bertambah saat kita data ulang pada pukul 16.00 WIB kemarin, menjadi 344 orang. Jadi kita update data setiap hari pukul 07.00 WIB dan 16.00 WIB," ucapnya saat dikonfirmasi.
Ia menjelaskan, saat ini semua korban sudah ditangani dengan baik di Puskesmas Palupuh, Kabupaten Agam.
Masyarakat yang datang ke puskesmas juga sudah diberikan obat, sesuai gejala yang dirasakan dari dugaan keracunan.
Baca juga: Menu MBG, Muntahan, hingga Kotoran Siswa Korban Keracunan di Palupuh Agam Masuk Uji BPOM
"Kita sudah berikan penanganan di puskesmas, sudah kita berikan obat sesuai resep," jelasnya.
Diva mengatakan, dari total 344 korban keracunan diduga usai menyantap MBG, terdiri dari siswa, balita dan guru.
Korban merasakan demam, pusing, mual, muntah hingga diare. Sehingga para korban langsung dilarikan ke puskesmas untuk mendapatkan perawatan sejak Selasa (1/9/2026).
"Keluhan pasien mulai dari demam, pusing, mual, muntah hingga diare. Semua yang datang, kita terus menangani di puskesmas," tambahnya.
Sampel makanan, muntahan hingga kotoran korban dugaan keracunan MBG di Palupuh, diserahkan oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) Agam ke Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM).
Kadinkes Agam, Hendri Rustian, mengatakan bahwa pasca ratusan orang diduga keracun setelah menyantap MBG, pihaknya bersama BPOM di Padang lansgung berkoordinasi.
Investigasi untuk mengetahui penyebab dugaan keracunan diselidiki. Beberapa sampel makanan, muntahan hingga kotoran korban kemudian diambil untuk dilakukan pengecekan.
"Kita mengambil sampel makanan yang dibagikan pada Senin (31/8/2026) lalu, kemudian muntahan dan kotoran korban untuk dicek," ucapnya, Kamis (3/9/2026).
Ia menjelaskan secara detail, sampel makanan itu terdiri dari menu terakhir kali yang dikonsimsi oleh siswa di sekolah.
Baca juga: Cuaca Sumbar 4 September 2026: Hujan Ringan Potensial Mengguyur Sejumlah Wilayah Malam Hari
Meliputi nasi putih, telur puyuh, kuah gulai, tahu, potongan tomat hingga mentimun.
Semua menu dari sampel makanan, muntahan hingga kotoran kata Hendri, akan diukur parameternya agar dapat mengetahui penyebab dugaan keracunan tersebut.
"Jadi banyak parameter yang harus diukur nantinya. Dinas Kesehatan memastikan akan mengawal prosesnya," jelasnya.
Ia menambahkan, kemungkinan proses pengecekan sampel makanan, muntahan hingga kotoran korban dugaan keracunan MBG mencapai waktu hingga satu minggu.
Akan tetapi, pihak Dinkes Agam berupaya mengawal hingga memastikan proses pengecekan sampel bisa kurangg dari waktu satu minggu.
"Kita akan mengawal, semoga bisa cepat atau kurang dari satu minggu sudah keluar hasilnya," tambahnya.
Baca juga: Capaian 2025 Lampaui Target, Disperkim Padang Lanjutkan Pembangunan 17,8 Km Jalan Lingkungan di 2026
Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Agam mencatat sebanyak 276 warga Palupuh masih dilakukan penanganan rawat jalan dan inap pasca diduga keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG).
Kepala Dinkes Agam, Hendri Rustian, mengatakan bahwa pihaknya mencatat jumlah korban dugaan keracunan pada Rabu (2/9/2026) kemarin sebanyak 237 orang.
Dari jumlah korban, semuanya sudah diberikan obat di Puskesmas Palupuh dan dilakukan penanganan rawat jalan hingga rawat inap.
"Namun pada hari ini jumlahnya bertambah menjadi 276 orang," ucap Hendri saat dikonfirmasi, Kamis (3/9/2026).
Namun, semua korban sudah ditangani, diberikan obat, dan diberlakukan rawat jalan maupun rawat inap untuk memulihkan kondisi tubuh.
Baca juga: Pohon Tumbang di Padang Terjadi di 2 Lokasi, Rumah Warga Rusak hingga Tutup Jalan
Ia menyebut tidak ada korban yang diberlakukan rawat inap di Puskesmas Palupuh, Kabupaten Agam.
"Kalau rawat inap tidak ada di Puskesmas Palupuh, tapi lima orang rawat inap di tiga rumah sakit di Bukittinggi," pungkasnya.
Rumah sakit tersebut antara lain RSUD, RSAM Achmad Mochtar dan RS Tentara di Bukittinggi.
"Tiga orang dirawat di RSUD, satu di RSAM Achmad Mochtar, dan satu lagi di RS Tentara Bukittinggi," sebutnya.
Sedangkan di sisi lain, dari total keseluruhan korban, teediri dari siswa, guru, dan balita berumur tuga sampai empat tahu.
Baca juga: Nekat Curi HP Pakai Tongkat Pemetik Alpukat, Pria di Limapuluh Kota Kabur Usai Dipergoki Korban
Hanya saja, data rinci terkait berapa total masing-masing korban dari siswa, guru dan balita, Hendri belum menyampaikannya.
"Intinya ada siswa, guru dan balita berumur tiga hingga empat tahun. Nanti data dengan detailnya saya pastikan dulu," tambahnya.
Sebanyak 71 siswa SD Negeri 08 Nan Limo, Kecamatan Palupuh, Kabupaten Agam, masih demam dan istriahat di rumah pasca diduga keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) sejak Selasa (1/9/2026).
Kepala SDN 08 Nan Limo, Jonnedi, mengatakan bahwa sejumlah siswa mengonsumsi MBG pada Senin (31/8/2026).
Pada hari yang sama, siswanya belum merasakan gejala apapun dan kondisi mereka masih aman.
Baca juga: Potensi Investasi Mentawai Terganjal Masalah Tata Ruang Hutan dan Laut
Akan tetapi pada Selasa (1/9/2026), sebanyak 21 siswanya mulai merasakan gejala pusing, demam, mual, muntah hingga diare.
"Jumlahnya kemudian bertambah pada Rabu (2/9/2026) sebanyak 54 orang," kata dia saat dikonfirmasi, Kamis (3/9/2026).
Bahkan pada hari ini, Jonnedi mengatakan sebanyak 71 siswa SDN 08 Nan Limo masih demam dan harus beristirahat di rumah.
Selain itu, satu orang guru SDN 08 Nan Limo juga merasakan gejala yang sama, dan masih dalam tahap memulihkan diri.
"Total hari ini 71 siswa demam dan istirahat di rumah. Kemudian satu guru kita juga dirawat di rumahnya, karena demam," jelanya.
Baca juga: Agenda Pemko Padang Hari Ini: Hadiri Forum Edukasi dan Lepas Kafilah PORSADIN VII
Di sisi lain ia menyebut, sejumlah siswa yang sakit akibat dugaan keracunan sudah bersekolah, namun jumlahnya tidak sampai setengah.
"Kemarin kan yang diduga keracunan 54, tadi sudah sekolah sebanyak 15 orang. Tapi hari ini jumlahnya 71 yang sakit, ditambah satu guru," tambahnya. (*)
Contact to : xlf550402@gmail.com
Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.