POS-KUPANG.COM -- Saat ini merupakan kesempatan bagi investos logam mulia untuk segera membeli emas. Hal ini karena harga emas turun hamper di semua plarform perdagangan emas .
Cek Harga emas hari ini, Rabu (2/9/2026), untuk produk keluaran Antam, Galeri 24, maupun UBS tercatat serentak mengalami penurunan.
Emas kerap diandalkan sebagai instrumen safe haven lantaran dinilai efektif menjaga nilai kekayaan dari ancaman inflasi.
Secara sederhana, inflasi adalah peningkatan harga barang dan jasa yang berlangsung secara terus-menerus dalam rentang waktu tertentu.
Baca juga: Saatnya Beli, Harga Emas Antam Terjun Bebas Hari Ini 2 September, Cek Rincian Lengkap
Sementara itu, pergerakan harga emas dunia (XAU/USD) selalu fluktuatif karena dipengaruhi oleh arah kebijakan ekonomi, situasi geopolitik global, nilai tukar dolar AS, serta permintaan pasar.
Mengutip dari logammulia.com pada Rabu pagi pukul 09.00 WIB, harga emas Antam ukuran 1 gram yang sebelumnya Rp2.670.000 mengalami penurunan Rp46.000 menjadi Rp2.624.000.
Sementara itu, dilansir dari galeri24.co.id, emas Galeri 24 untuk ukuran sama yang sebelumnya Rp2.606.000 kini turun sebesar Rp12.000 menjadi Rp2.594.000.
Kondisi serupa terjadi pada harga emas UBS ukuran 1 gram di sistem Galeri 24 yang semula Rp2.639.000 turun sebesar Rp20.000 menjadi Rp2.619.000.
Berikut daftar harga emas hari ini selengkapnya:
Harga Emas Antam
Harga Emas Galeri 24
Harga Emas UBS
Emas sebagai Pilihan Instrumen Jangka Panjang
Biaya pendidikan yang terus meningkat dari tahun ke tahun membuat masyarakat perlu memikirkan cara menyimpan dana yang tidak sekadar aman, tetapi juga mampu menjaga nilainya.
Kepala Bagian Pemasaran dan Penjualan Pegadaian Kanwil X Bandung, Anggi Andriani Puji Lestari, mengatakan investasi emas dinilai masih menjadi salah satu pilihan yang relevan untuk mempersiapkan kebutuhan jangka panjang, mulai dari biaya sekolah hingga dana haji.
Dikatakan Anggi, emas memiliki karakteristik yang mampu mengikuti laju kenaikan harga atau inflasi.
Oleh sebab itu, menyiapkan dana pendidikan dalam bentuk emas dinilai lebih menguntungkan dibandingkan hanya menyimpannya dalam bentuk uang tunai.
"Kalau uang Rp100 juta hanya disimpan di rekening selama 20 tahun, nilainya tetap Rp100 juta. Sementara biaya kuliah bisa naik dua sampai tiga kali lipat. Itu sebabnya daya beli uang akan berkurang," ucapnya, kepada Tribunjabar.id, Senin (13/7/2026).
Berbeda jika dana tersebut dikonversi menjadi emas. Menurutnya, nilai emas cenderung ikut meningkat dalam jangka panjang sehingga daya belinya tetap terjaga ketika dana tersebut digunakan di masa depan.
"Bila Rp100 juta dibelikan emas, misalnya mendapat sekitar 50 gram, nanti ketika 20 tahun lagi harga emas akan mengikuti kenaikan nilainya. Itu yang membuat emas cocok untuk kebutuhan jangka panjang seperti pendidikan," ujarnya.
Selain pendidikan, emas juga dinilai tepat untuk mempersiapkan dana pelunasan haji, membeli rumah, kendaraan hingga dana pensiun.
Menurut Anggi, kenaikan harga barang akibat inflasi menjadi alasan utama masyarakat perlu menyimpan kekayaannya dalam bentuk aset yang nilainya terus bertumbuh.
Dia mencontohkan, dahulu uang Rp100 ribu mampu membeli banyak kebutuhan, sedangkan saat ini jumlah barang yang didapat jauh lebih sedikit.
Fenomena ini menunjukkan daya beli uang terus menurun seiring waktu.
"Emas menjaga nilai kekayaan kita. Jadi bukan hanya menyimpan uang, tetapi menjaga kemampuan membeli di masa depan," katanya.*
Contact to : xlf550402@gmail.com
Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.