Laporan Wartawan TribunJatim.com, Fatimatuz Zahroh
TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda kawasan Gunung Semeru, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, telah membakar area yang diperkirakan mencapai 598 hektare.
Luas lahan yang terbakar masih berpotensi bertambah karena api belum sepenuhnya berhasil dipadamkan.
Upaya penanganan kini diperkuat dengan rencana pemadaman dari udara menggunakan helikopter. Langkah tersebut disiapkan untuk menjangkau lokasi kebakaran yang sulit diakses tim melalui jalur darat.
Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Jawa Timur Gatot Soebroto mengatakan hingga Selasa (1/9/2026) pagi masih terdapat dua titik kebakaran yang ditangani tim gabungan, yakni di wilayah B29 Dusun Argosari dan Ranu Kembang, Desa Ranu Pani, Kecamatan Senduro.
“Saat ini ada 2 titik yang terbakar di Wilayah B29 Dusun Argosari dan Ranu Kembang Desa Ranu Pani, Kec. Senduro. Kita terus melakukan penanganan pemadaman baik dari darat dan insya Allah hari ini kita datangkan helikopter untuk water bombing,” kata Gatot, pada TribunJatim.com.
Baca juga: Area yang Dilahap Api Makin Luas, 598 Hektar Hutan di Lereng Semeru Ludes Terbakar
Berdasarkan data BPBD Jatim, lokasi kebakaran berada di kawasan dengan kondisi medan yang cukup ekstrem. Sejumlah titik memiliki kemiringan tebing sangat terjal sehingga menyulitkan petugas untuk melakukan pemadaman secara langsung.
Kondisi tersebut diperparah dengan angin yang bertiup cukup kencang. Situasi ini membuat api berpotensi merambat dengan cepat ke area lainnya.
Karena itu, penanganan karhutla tidak hanya mengandalkan pemadaman secara manual. Tim gabungan juga melakukan pemantauan titik api serta membuat sekat bakar untuk membatasi pergerakan api.
BPBD Jatim bersama BPBD Kabupaten Lumajang juga berkoordinasi dengan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) untuk mempercepat proses penanganan kebakaran.
Gatot mengatakan pihaknya terus mengupayakan dukungan helikopter untuk membantu pemadaman di kawasan yang sulit dijangkau melalui jalur darat.
Menurut Gatot, komunikasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) telah dilakukan sebelumnya untuk mendapatkan dukungan helikopter.
“Sebenarnya kemarin sudah kami komunikasikan dengan BNPB untuk menggunakan heli yang sedang berada di Lampung untuk kami manfaatkan di Jatim. Alhamdulillah hari ini helikopter akan digeser ke Jatim,” ujarnya.
Kehadiran helikopter diharapkan dapat memperkuat upaya pemadaman, terutama pada titik-titik api yang berada di kawasan dengan medan terjal dan sulit dijangkau petugas.
Sementara itu, tim gabungan tetap melanjutkan pemadaman manual serta pembuatan sekat bakar di sejumlah kawasan terdampak, termasuk jalur pendakian, Gunung Kepolo, dan Kalimati.
Pembuatan sekat bakar dilakukan untuk memutus jalur perambatan api sehingga kebakaran tidak semakin meluas.
Karhutla di kawasan Gunung Semeru pertama kali dilaporkan terjadi pada Rabu (26/8/2026) sekitar pukul 20.00 WIB.
Kebakaran saat itu dilaporkan terjadi di kawasan Ranu Kembang, sebelah barat Pos 4 jalur pendakian Semeru atau sebelah barat Ranu Kumbolo, Desa Ranu Pani, Kecamatan Senduro, Kabupaten Lumajang.
Dalam perkembangan penanganannya, terdapat dua lokasi yang masih terbakar, yakni wilayah B29 Desa Argosari dan Ranu Kembang Desa Ranu Pani, Kecamatan Senduro.
“Hingga hari ini, luas lahan yang terbakar hingga saat ini diperkirakan mencapai sekitar 598 hektare. Data tersebut diprediksi akan terus bertambah jika api belum bisa dipadamkan,” kata Gatot.
Untuk mengantisipasi risiko terhadap pendaki maupun masyarakat, TNBTS telah menutup sementara seluruh aktivitas pendakian Gunung Semeru sejak 26 Agustus 2026.
Penutupan tersebut diberlakukan hingga batas waktu yang belum ditentukan, menyesuaikan perkembangan kondisi kebakaran dan hasil evaluasi di lapangan.
Penanganan karhutla melibatkan sejumlah unsur, antara lain BPBD Jawa Timur, BPBD Kabupaten Lumajang, Babinsa Senduro, Polsek Senduro, petugas TNBTS, Manggala Agni, perangkat kecamatan, serta relawan.
Tim gabungan terus melakukan pemantauan dan penanganan untuk mengendalikan titik api sekaligus mencegah kebakaran meluas ke kawasan lainnya.
Contact to : xlf550402@gmail.com
Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.