TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR — Bagi sebagian pasangan, perjalanan untuk memiliki buah hati tidak selalu cukup dengan menunggu waktu.

Ada yang harus menjalani pemeriksaan kesehatan reproduksi, berbagai pilihan terapi, hingga proses panjang yang membutuhkan kesiapan fisik dan emosional.

Di tengah perjalanan tersebut, akses terhadap layanan fertilitas menjadi kebutuhan penting, terutama bagi pasangan di kawasan Indonesia Timur yang membutuhkan pendampingan dan teknologi reproduksi berbantu.

Selama sembilan tahun terakhir, Morula IVF Makassar hadir di Kota Makassar untuk mendekatkan akses layanan tersebut kepada masyarakat.

Mengusung semangat Closer to Hope, Morula IVF Makassar berupaya menyediakan layanan fertilitas sekaligus pendampingan bagi pasangan yang tengah menjalani program untuk memiliki buah hati.

Morula IVF Makassar telah hadir sejak 2017 dan berlokasi di RSIA Sentosa Makassar.

Direktur Morula IVF Makassar, dr Setiawan, mengatakan sembilan tahun perjalanan layanan tersebut bukan hanya tentang perkembangan fasilitas kesehatan.

Menurutnya, perjalanan itu juga dibangun bersama pasien, keluarga dan tenaga medis yang terlibat dalam setiap proses.

"Sembilan tahun bukan sekadar perjalanan waktu, tetapi merupakan perjalanan bersama pasien, keluarga, tenaga medis, dan seluruh pihak yang telah memberikan kepercayaan kepada Morula IVF Makassar," katanya kepada Tribun-Timur.com saat ditemui di Hotel Claro Makassar, Minggu (30/8/2026).

Layanan IVF hingga Pemeriksaan Genetik

Morula IVF Makassar menyediakan layanan Teknologi Reproduksi Berbantu (TRB), termasuk In Vitro Fertilization (IVF) atau bayi tabung dan Intrauterine Insemination (IUI) atau inseminasi intrauterin.

Layanan tersebut didukung sejumlah teknologi dan pemeriksaan penunjang sesuai kebutuhan dan indikasi medis pasien.

Di antaranya Intracytoplasmic Sperm Injection (ICSI), Intracytoplasmic Morphologically Selected Sperm Injection (IMSI), Time-Lapse Incubator, hingga pemeriksaan genetik embrio melalui Preimplantation Genetic Testing for Aneuploidy (PGT-A) dan Preimplantation Genetic Testing for Monogenic Diseases (PGT-M).

Selain teknologi reproduksi berbantu, tersedia pula layanan pendukung seperti Endometrial Receptivity Analysis (ERA), histeroskopi, konsultasi urologi dan andrologi, konsultasi psikologi, akupunktur, konsultasi gizi, terapi adjuvan, serta tindakan Platelet-Rich Plasma (PRP) untuk endometrium dan ovarium sesuai indikasi medis.

"Melalui semangat Closer to Hope, kami ingin terus hadir lebih dekat dengan masyarakat dan menjadi bagian dari perjalanan mereka dalam mewujudkan harapan memiliki buah hati," ungkap dr Setiawan.

Setiap Pasangan Memiliki Kondisi Berbeda

Spesialis obstetri dan ginekologi Morula IVF Makassar, dr Wahyuni Saddang, mengatakan teknologi bukan satu-satunya faktor dalam perjalanan program fertilitas.

Setiap pasangan, kata dia, memiliki kondisi medis dan persoalan reproduksi yang berbeda.

Karena itu, pemeriksaan menyeluruh menjadi bagian penting sebelum menentukan pilihan terapi.

"Setiap pasangan memiliki kondisi dan perjalanan yang berbeda. Karena itu, program fertilitas perlu diawali dengan evaluasi yang menyeluruh sehingga pilihan terapi dapat disesuaikan dengan kondisi masing-masing pasien," ujarnya.

"Teknologi merupakan bagian penting, tetapi tetap harus didukung oleh ketepatan indikasi, kompetensi tim medis, serta pendampingan yang baik," tambahnya.

Evaluasi sebelum menjalani program fertilitas dapat mencakup pemeriksaan kondisi rahim dan organ reproduksi pada perempuan serta analisis sperma pada pasangan pria.

Pasangan juga dianjurkan menjaga pola hidup sehat, mengonsumsi makanan bergizi seimbang, menjaga berat badan, serta menghindari kebiasaan yang dapat mengganggu kesehatan reproduksi.

Selain kesiapan fisik, kesiapan emosional juga menjadi bagian dari proses yang perlu diperhatikan.

Pasien dianjurkan berkonsultasi dengan dokter untuk memahami pilihan terapi, proses yang akan dijalani, potensi risiko, serta ekspektasi berdasarkan kondisi medis masing-masing.

Morula IVF Makassar didukung enam dokter spesialis obstetri dan ginekologi, yakni dr Wahyuni Saddang, dr Ermita Harun, dr Tiwi Palma Laurina, dr Witono Gunawan, dr Rezky Juliana Putri Ridwan Gani, dan dr A Isa Sulfiana.

Memperluas Akses Layanan Fertilitas di Indonesia Timur

Kehadiran layanan fertilitas di Makassar menjadi bagian dari upaya memperluas akses masyarakat Indonesia Timur terhadap layanan kesehatan reproduksi dan teknologi reproduksi berbantu.

Sebelumnya, sebagian layanan dengan teknologi tertentu lebih banyak terkonsentrasi di sejumlah kota besar.

Dalam rangka sembilan tahun kehadirannya, Morula IVF Makassar juga menggelar kegiatan yang mengangkat kisah perjalanan pasien, edukasi kesehatan reproduksi, serta diskusi bersama ahli di bidang fertilitas.

Sembilan tahun perjalanan tersebut menjadi pengingat bahwa di balik teknologi reproduksi berbantu, terdapat pasangan yang menjalani proses dengan kondisi dan tantangan berbeda.

Karena itu, pemeriksaan yang tepat, konsultasi dengan tenaga medis, serta pendampingan selama proses menjadi bagian penting dalam menentukan langkah yang sesuai bagi setiap pasangan. (*)

Contact to : xlf550402@gmail.com


Privacy Agreement

Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.