TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA - Bagi masyarakat Papua, Persipura Jayapura bukan sekadar klub sepak bola. Ia adalah simbol identitas, kebanggaan daerah, dan pengikat emosional yang melintasi batas geografis.

Menjelang bergulirnya kompetisi Championship dan League Cup musim 2026/2027, klub berjuluk Mutiara Hitam tersebut bersiap mengukir sejarah baru dalam cara mereka menyapa para pendukungnya.

Besok Minggu (30/8/2026), Persipura akan merilis skuad resmi, seragam tempur anyar, hingga sebuah buku reflektif secara simultan di enam kota berbeda,. Sebuah langkah ambisius yang jarang terjadi di sepak bola Asia Tenggara.

Dengan Jayapura sebagai episentrum acara dan pusat siaran langsung, rangkaian perayaan ini akan menghubungkan lima kota lainnya secara real-time: Jakarta, Yogyakarta, Wamena, Timika, dan Sorong.

Baca juga: Persipura Tunjukkan Perkembangan Positif, Pelatih Sebut Lini Pertahanan Masih Perlu Dievaluasi

Publik luas juga dapat menyaksikan perhelatan ini melalui kanal YouTube resmi Persipura Papua 1963.

Mengusung tema “Satu Hati Satu Tujuan,” gerakan ini dirancang untuk merangkul bentangan diaspora Papua dan pangkalan suporter yang tersebar di pulau Jawa hingga wilayah pegunungan tengah Papua.

"Persipura memiliki keluarga besar yang tersebar di berbagai penjuru," ujar Owen Rahadiyan, Direktur Utama PT Nusantara Cendrawasih Karsa, pengelola klub.

"Kami ingin menghadirkan momen ini langsung kepada mereka. Meski terpisah jarak dan kota, kita tetap diikat oleh satu hati dan tujuan yang sama untuk mendukung perjuangan tim musim ini."

Pendekatan peluncuran ini dirancang menyesuaikan denyut nadi tiap kawasan:

  • Jayapura: Menjadi panggung utama (Live Launching Experience) yang memimpin perkenalan skuad, jersey, dan peluncuran buku, sekaligus menjadi nodus siaran bagi kota-kota lain.
  • Sorong: Memfokuskan diri pada pengembangan masa depan lewat Persipura Grassroots Day, menghadirkan coaching clinic dan diskusi interaktif bagi akademi usia dini (SSB) serta komunitas lokal.
  • Timika: Menggelar Community Night, sebuah ajang penghormatan bagi loyalitas kelompok suporter lokal seperti The Karakas.
  • Wamena: Menyentuh akar budaya dan spiritualitas masyarakat pegunungan melalui prosesi doa bersama dan ritus adat.
  • Jakarta: Menghadirkan panggung seni dan hiburan kultural Papua bagi jejaring diaspora di ibu kota.
  • Yogyakarta: Membangun ruang dialog dan refleksi bersama para mahasiswa asal Papua serta generasi muda pendukung klub.

Kehadiran fisik para pemain Persipura di setiap lokasi untuk sesi meet and greet dan diskusi terbuka menegaskan komitmen klub untuk meruntuhkan sekat antara atlet dan pendukungnya.

"Pada akhirnya, Persipura tidak pernah berjalan sendirian," tambah Owen.

"Ada masyarakat Papua, suporter, dan komunitas yang senantiasa menopang perjalanan ini. Peluncuran ini kami harapkan menjadi pijakan awal yang solid sebelum memasuki kompetisi." (*)

Contact to : xlf550402@gmail.com


Privacy Agreement

Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.