SURYA.co.id, LAMONGAN – Gelak tawa pecah di tengah perayaan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Desa Sumbersari, Kecamatan Sambeng, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, Kamis (27/8/2026).
Sejumlah emak-emak harus berjibaku mengejar seekor bebek yang dilepas di arena lomba, sementara mata mereka ditutup kain.
Tanpa bisa melihat, para peserta hanya mengandalkan pendengaran dan teriakan warga untuk mengetahui keberadaan bebek.
Namun, bukannya semakin mudah, kondisi itu justru membuat perlombaan semakin kacau dan menghibur.
Bebek yang menjadi target lomba bergerak lincah ke berbagai arah.
Peserta pun dibuat kebingungan mengikuti arah suara dan petunjuk penonton.
Tak jarang, dua peserta yang sama-sama mengejar bebek justru bertabrakan.
Sorakan warga yang awalnya menjadi petunjuk malah terkadang membuat peserta bergerak ke arah yang salah.
Setiap kali peserta hampir menyentuh bebek, hewan tersebut kembali melarikan diri. Tangan yang sudah hampir menangkap sasaran pun berkali-kali gagal.
Situasi tersebut membuat penonton di luar arena semakin ramai memberikan arahan.
Tawa dan teriakan bersahutan ketika peserta salah arah atau bertabrakan dengan peserta lainnya.
Hingga akhirnya, seorang peserta berhasil menangkap bebek tersebut.
Tepuk tangan dan sorakan langsung pecah dari warga yang menyaksikan.
Bebek yang berhasil ditangkap kemudian boleh dibawa pulang oleh peserta untuk dimasak dan disantap bersama keluarga.
Salah satu peserta, Suwiji, mengaku baru menyadari bahwa menangkap bebek dengan mata tertutup ternyata cukup sulit.
“Susah ternyata nangkapnya, karena posisi mata tertutup,” kata Suwiji, Kamis (27/8/2026).
Meski kesulitan, ia tetap menikmati perlombaan tersebut. Apalagi, peserta yang berhasil menangkap bebek mendapatkan kesempatan membawa pulang hasil tangkapannya.
“Lumayan bisa nangkap dan dibawa pulang,” ujarnya.
Bagi warga Desa Sumbersari, keseruan lomba menjadi bagian utama dari perayaan kemerdekaan. Hadiah atau bebek yang berhasil ditangkap bukan satu-satunya tujuan.
Interaksi antarpeserta dan penonton justru membuat suasana semakin hidup. Setiap peserta bergerak mengejar bebek, sorakan warga ikut membahana dari luar arena.
Ketika bebek akhirnya tertangkap, tepuk tangan pun menggema. Momen sederhana tersebut menjadi hiburan bersama sekaligus mempertemukan warga dalam suasana santai.
Panitia lomba, Tommy Jianyanto, mengatakan lomba tangkap bebek merupakan salah satu rangkaian kegiatan untuk memeriahkan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Desa Sumbersari.
Selain lomba tersebut, warga juga menggelar berbagai permainan rakyat.
Salah satu yang menjadi perhatian adalah lomba panjat pinang dengan hadiah utama berupa dua ekor kambing.
Menurut Tommy, berbagai perlombaan sengaja dikemas agar masyarakat dapat terlibat secara langsung.
“Selain sebagai hiburan, kegiatan tersebut diharapkan dapat memperkuat kebersamaan masyarakat,” ungkap Tommy.
Ia menilai perayaan kemerdekaan bukan sekadar ajang hiburan, tetapi juga menjadi ruang untuk mempererat hubungan antarwarga.
Semangat gotong royong dan kebersamaan menjadi nilai yang ingin dipertahankan melalui berbagai permainan rakyat tersebut.
Contact to : xlf550402@gmail.com
Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.