Laporan Wartawan TribunSolo.com, Tri Widodo
TRIBUNSOLO.COM, BOYOLALI - Kebakaran lahan marak terjadi di wilayah utara Kabupaten Boyolali selama Agustus 2026.
Kecamatan Wonosegoro dan Juwangi menjadi wilayah yang mencatat kejadian kebakaran cukup tinggi.
Kabid Damkar Satpol PP Boyolali, Supriyono, mengatakan kondisi kemarau menjadi salah satu faktor yang membuat kebakaran lahan meningkat.
"Untuk wilayah yang cukup tinggi itu di daerah utara, Wonosegoro, Juwangi, kemudian sebagian Ngemplak dan Mojosongo," ujarnya, Kamis (27/8/2026).
Berdasarkan catatan Damkar Satpol PP Boyolali, sebanyak 49 kejadian kebakaran terjadi sepanjang 1-26 Agustus 2026.
Jumlah tersebut mencapai hampir 40 persen dari total 125 kejadian kebakaran yang tercatat sejak Januari hingga 26 Agustus 2026.
"Dari Januari sampai 26 Agustus 2026 kita mencatat ada 125 kejadian. Lonjakan signifikan terjadi di Agustus, periode 1 sampai 26 Agustus saja sudah 49 kejadian. Ini hampir separuh dari total keseluruhan," jelas Supriyono.
Dari total kejadian sejak awal tahun, kebakaran lahan kosong menjadi kasus yang paling mendominasi dengan 63 kejadian.
Selanjutnya, terdapat 31 kejadian kebakaran rumah, 22 kejadian kebakaran tempat usaha, lima kejadian kebakaran kendaraan, dan empat kejadian dalam kategori lainnya.
Khusus pada Agustus, kebakaran lahan juga mendominasi dengan 31 kejadian.
Baca juga: 935 KPM Bansos di Kismantoro Wonogiri Terindikasi Judol, Bakal Dipanggil untuk Klarifikasi
Selain itu, tercatat 10 kebakaran rumah dan delapan kebakaran tempat usaha.
Dengan 31 kejadian kebakaran lahan hanya dalam 26 hari, rata-rata lebih dari satu kebakaran lahan terjadi setiap harinya selama Agustus.
Supriyono mengatakan masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan selama musim kemarau, terutama di wilayah yang rawan terjadi kebakaran lahan. (*)
Contact to : xlf550402@gmail.com
Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.