Tribunlampung.co.id, Lampung Tengah - Pencurian material besi proyek pembangunan jalan provinsi yang menghubungkan Gunung Sugih dan Kotagajah diduga dilakukan secara bertahap hingga lima atau enam kali.
Baca juga: Gabah Lampung Keluar ke Jawa Lewat Bakauheni, Perpadi Soroti Peran Calo
Aksi tersebut baru diketahui setelah pihak proyek melakukan penghitungan ulang dan menemukan ratusan batang besi berkurang.
Koordinator Keamanan Proyek Jalan Provinsi Gunung Sugih–Kotagajah, Hengki Jaya Putra, mengatakan material yang hilang sebelumnya disimpan di halaman camp tempat tinggal para pekerja di kawasan Kampung Buyut.
Kehilangan tidak langsung diketahui karena material diduga diambil dalam beberapa kesempatan.
"Kehilangan ini diperkirakan terjadi dalam lima hingga enam tahap pencurian. Kasus baru terdeteksi setelah Kepala Koordinator Lapangan melakukan penghitungan ulang material dan menemukan adanya kekurangan material besi yang sangat signifikan," ujar Hengki, Rabu (26/8/2026).
Dari hasil penghitungan tersebut, pihak proyek mencatat sebanyak 747 batang besi telah hilang. Material yang raib berupa potongan besi dengan panjang sekitar 50 sentimeter dan memiliki berat keseluruhan kurang lebih 350 kilogram.
Hengki mengatakan pihak keamanan kemudian melakukan penelusuran internal untuk mengetahui penyebab berkurangnya material. Dari proses tersebut, dugaan mengarah kepada seorang pria berinisial A yang disebut telah mengakui perbuatannya.
Meski demikian, Hengki menegaskan perkara tersebut telah diserahkan kepada kepolisian untuk diproses sesuai hukum. Pihak proyek melaporkan dugaan pencurian itu ke Mapolres setempat pada Selasa (25/8/2026).
Laporan dibuat setelah jumlah material yang hilang diketahui secara signifikan.
Pihak proyek berharap aparat dapat mengusut lebih lanjut dugaan pencurian tersebut sekaligus memastikan pihak yang bertanggung jawab mempertanggungjawabkan perbuatannya.
Hilangnya material tersebut kini tidak hanya menjadi persoalan kerugian bagi proyek, tetapi juga berimbas pada pekerjaan di lapangan.
Pembangunan rigid beton di Kampung Buyut terpaksa dihentikan sementara karena besi yang dibutuhkan untuk pekerjaan mengalami kekurangan.
"Total kerugian yang kami alami sekitar Rp43.800.000. Dampak utamanya, pekerjaan pembangunan rigid beton kami di Kampung Buyut untuk sementara waktu harus terhenti total," tegas Hengki.
Menurutnya, penghentian pekerjaan tersebut dapat menghambat penyelesaian pembangunan jalan yang nantinya digunakan masyarakat.
Karena itu, pihak proyek meminta laporan yang telah disampaikan segera ditindaklanjuti.
"Kami meminta aparat penegak hukum segera menangkap pelaku. Pengakuan dan bukti-bukti pendukung sudah ada, karena tindakan ini sangat merugikan dan menghambat pengerjaan proyek jalan masyarakat," pungkas Hengki.
(TRIBUNLAMPUNG.CO.ID/Fajar Ihwani Sidiq)
Contact to : xlf550402@gmail.com
Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.