SRIPOKU.COM, PALEMBANG — Sumatera Selatan (Sumsel) dan Jambi terus memacu urat nadi perekonomian regional lewat dominasi sektor pertambangan, perkebunan, hingga industri pengolahan.

Pertumbuhan lini bisnis berskala besar di kedua provinsi tetangga ini tak lepas dari peran vital Tenaga Kepemimpinan dan Ketatalaksanaan kelompok profesional yang memegang kendali manajerial dalam mengarahkan strategi serta operasional perusahaan maupun instansi.

Baca juga: Mengadu Gaji Tenaga Ahli Sumsel vs Babel: Sektor Tambang dan Smelter Siapa Lebih Sejahtera?

Namun, kendati Sumsel memiliki cakupan ekonomi dan wilayah yang lebih luas, apresiasi finansial bagi para pemimpin di tingkat manajerial justru mencatatkan angka yang mengejutkan.

Berdasarkan data terbaru Badan Pusat Statistik (BPS) per Rabu (26/8/2026), rata-rata upah/gaji bersih sebulan untuk Tenaga Kepemimpinan dan Ketatalaksanaan di Provinsi Jambi menyentuh angka Rp 4.949.311.

Sementara itu, posisi puncak kepemimpinan di Sumatera Selatan mengantongi rata-rata pendapatan bersih sebulan sebesar Rp 4.339.897.

Terdapat selisih hingga Rp 609.414 yang menempatkan rerata pendapatan level eksekutif di Jambi lebih unggul ketimbang Sumsel.

Melonjaknya daya serap dan intensifikasi pada sektor pertanian, kehutanan, serta perikanan di Jambi disinyalir menjadi katalis utama tingginya standar kompensasi bagi pengambil keputusan di tingkat manajerial kawasan tersebut.

Contact to : xlf550402@gmail.com


Privacy Agreement

Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.