Laporan Reporter TribunBengkulu.com, M. Bima Kurniawan
TRIBUNBENGKULU.COM, KEPAHIANG -
Harga kopi di Kabupaten Kepahiang, Provinsi Bengkulu, kembali mengalami penurunan pada Agustus 2026.
Kondisi tersebut terjadi di tengah musim panen kopi di sejumlah daerah penghasil kopi, baik di dalam maupun luar negeri.
Praktisi sekaligus pebisnis kopi di Kabupaten Kepahiang, Diar mengatakan, saat ini harga biji kopi asalan berada di kisaran Rp55.000-Rp56.000 per kilogram.
Sementara untuk kopi dengan basis harga, pembelian berada di kisaran Rp68.000-Rp69.000 per kilogram.
"Market kopi ini memang sedang cenderung turun. Hari ini kita beli biji kopi asalan di Rp55-56 ribu per kilogramnya, kalau basis kita beli Rp68-69 ribu per kilogramnya," ucap Diar.
Menurut Diar, salah satu faktor yang memengaruhi penurunan harga kopi pada Agustus ini yakni berlangsungnya musim panen di sejumlah daerah penghasil kopi.
Selain daerah di Pulau Jawa, negara penghasil kopi seperti Brasil juga sedang memasuki masa panen.
"Ada beberapa faktor yang mempengaruhi penurunan harga kopi di Agustus ini, salah satunya di daerah Jawa sedang panen dan dari luar seperti Brasil juga sedang panen. Makanya kopi daerah Sumatera mengalami penurunan harga," jelas Diar.
Diar menjelaskan, kondisi musim panen turut memengaruhi aktivitas pembelian dari para buyer atau pembeli kopi.
Menurutnya, buyer cenderung melakukan pembelian lebih banyak ketika musim panen berlangsung karena kualitas biji kopi yang tersedia dinilai lebih baik.
"Buyer atau pembeli kopi rata-rata membeli saat musim panen karena kualitasnya sedang bagus, dibanding masa panen telah selesai karena kopi buah ujung jadi kurang bagus kualitasnya," ungkap Diar.
Meski harga kopi saat ini mengalami penurunan, Diar menilai petani masih dapat mengikuti perkembangan harga melalui sejumlah platform digital.
Ia menyarankan petani mengakses informasi harga kopi terbaru melalui aplikasi Bar Chart yang dapat diunduh melalui Play Store.
Menurutnya, informasi dalam aplikasi tersebut dapat membantu petani melihat pergerakan harga sekaligus menjadi bahan pertimbangan dalam menganalisis tren harga kopi ke depan.
"Untuk petani dapat mengakses harga kopi terbaru bisa lihat di aplikasi Bar Chart yang bisa diakses dari Play Store. Melalui aplikasi itu banyak tersedia informasi untuk menganalisis harga kopi ke depannya," jelas Diar.
Terkait prospek harga kopi, Diar memperkirakan harga komoditas tersebut masih memiliki peluang untuk kembali meningkat.
Ia menilai kebutuhan terhadap kopi mulai meningkat sehingga kemungkinan harga mengalami penurunan secara tajam cukup kecil.
"Perkiraan saya untuk harga kopi ke depan sulit untuk terlalu turun dan naik karena kebutuhan yang sudah mulai meningkat, sementara potensi naiknya itu ada," pungkasnya.
Contact to : xlf550402@gmail.com
Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.