Laporan Serambi Indonesia Saifullah | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH – Federasi Olahraga Barongsai Indonesia (FOBI) Aceh resmi memiliki nahkoda baru. 

Murlin terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Pengurus Provinsi (Pengprov) FOBI Aceh masa bakti 2026–2030, dalam Musyawarah Provinsi (Musprov) yang digelar di Hotel Seventeen, Banda Aceh, Sabtu (25/7/2026).

Terpilihnya Murlin berlangsung secara aklamasi setelah mendapat dukungan penuh dari delapan Pengurus Kabupaten/Kota (Pengkab/Pengkot) FOBI se-Aceh yang hadir dalam forum tertinggi organisasi tersebut. 

Kesepakatan seluruh peserta mencerminkan komitmen bersama untuk melanjutkan pembinaan olahraga barongsai di Aceh sekaligus meningkatkan prestasi pada tingkat nasional.

Musprov dibuka oleh Ketua Umum KONI Aceh yang diwakili Wakil Ketua I KONI Aceh, H Teuku Rayuan Sukma. 

Dalam sambutannya, ia memberikan apresiasi terhadap capaian atlet Barongsai Aceh pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI Aceh–Sumatera Utara, yang berhasil menyumbangkan tujuh medali, terdiri atas dua medali emas, dua perak, dan tiga perunggu.

Menurut Rayuan, hasil tersebut menjadi modal penting bagi FOBI Aceh untuk menatap PON XXII Tahun 2028, di Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur dengan optimisme yang lebih besar.

"Kami bersyukur atas pencapaian yang diraih atlet barongsai Aceh pada PON sebelumnya,” kata Wakil Ketua I KONI Aceh itu. 

“FOBI kini menargetkan minimal satu medali emas pada PON 2028. Semoga target tersebut dapat tercapai dan mampu membawa Aceh masuk jajaran 10 besar," ujarnya.

Ia berharap, kepengurusan baru mampu menjaga soliditas organisasi sekaligus memperkuat program pembinaan atlet sejak usia dini. 

Baca juga: Atlet Muslim Barongsai, Cheizzhiya Azilla Camilin: Bukti Toleransi & Keharmonisan Antaragama di Aceh

Menurutnya, keberhasilan mempertahankan prestasi sangat bergantung pada kesinambungan pembinaan yang dilakukan secara terencana dan merata di seluruh daerah.

Selain itu, KONI Aceh juga mendorong FOBI memperluas jaringan organisasi hingga ke kabupaten dan kota yang belum memiliki kepengurusan. 

Langkah tersebut dinilai penting agar cabang olahraga barongsai memenuhi persyaratan untuk dipertandingkan pada Pekan Olahraga Aceh (PORA).

"FOBI perlu terus melebarkan sayap pembinaan ke berbagai daerah. Minimal harus terbentuk 14 pengurus kabupaten/kota agar barongsai dapat dipertandingkan di PORA," kata Rayuan.

Sementara itu, Ketua Harian FOBI Pusat, Arifin Himawan menilai, Aceh memiliki potensi besar untuk terus berkembang sebagai salah satu daerah yang melahirkan atlet-atlet barongsai berprestasi. 

Ia optimistis dengan pembinaan yang berkelanjutan, Aceh mampu mempertahankan bahkan meningkatkan pencapaian pada PON mendatang.

Dalam kesempatan itu, Arifin juga menjelaskan perkembangan olahraga barongsai yang awalnya dikenal sebagai bagian dari seni budaya Tionghoa sebelum akhirnya diakui sebagai cabang olahraga prestasi di Indonesia.

Baca juga: Barongsai hingga Rapai Daboh Siap Meriahkan HUT RI Ke-80 di Meulaboh, Ada Pameran dan Pertunjukan

Menurutnya, Indonesia menjadi negara pertama yang secara resmi mengakui Barongsai sebagai cabang olahraga. 

Bahkan saat ini berbagai pihak terus mendorong agar olahraga tersebut dapat dipertandingkan pada ajang internasional seperti SEA Games dan Asian Games.

"Barongsai awalnya merupakan budaya, namun melalui berbagai proses dan penilaian akhirnya memenuhi syarat sebagai cabang olahraga prestasi,” terang Arifin. 

“Kini Indonesia menjadi pelopor dan beberapa negara mulai mengikuti langkah tersebut," jelasnya.

Ketua Panitia Musprov FOBI Aceh, Harianto melaporkan, bahwa kegiatan tersebut diikuti delapan Pengkab/Pengkot FOBI serta satu peninjau dari Kota Subulussalam. 

Ia juga menjelaskan bahwa masa kepengurusan Periode 2021–2025, sempat diperpanjang selama enam bulan untuk menyelesaikan berbagai administrasi organisasi.

Setelah wafatnya Ketua Umum sebelumnya, Kho Khie Siong atau yang akrab disapa Aky, roda organisasi dijalankan oleh Murlin sebagai Ketua Harian hingga akhirnya dipercaya secara aklamasi memimpin FOBI Aceh untuk periode 2026–2030.

Harianto berharap kepengurusan baru mampu menjaga semangat kebersamaan seluruh insan barongsai Aceh serta memperkuat pembinaan atlet di berbagai daerah.

"Semoga dengan dukungan semua pihak, Barongsai Aceh kembali meraih prestasi yang lebih baik pada PON mendatang dan terus mengharumkan nama Aceh di tingkat nasional," ujarnya.

Dengan terpilihnya Murlin sebagai Ketua Pengprov FOBI Aceh, organisasi tersebut diharapkan semakin solid dalam membangun prestasi, memperluas pembinaan ke kabupaten/kota, serta menyiapkan atlet-atlet terbaik untuk menghadapi berbagai kejuaraan nasional maupun internasional.(*)

 

Contact to : xlf550402@gmail.com


Privacy Agreement

Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.