Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung - Musim kemarau mulai memicu krisis air bersih di wilayah Kota Bandar Lampung. Sebanyak 150 kepala keluarga (KK) atau sekitar 600 jiwa di Kelurahan Pidada, Kecamatan Panjang, mengalami kesulitan memperoleh pasokan air bersih akibat sumur-sumur milik warga mengering.
Baca juga: Damkarmat Lampung Selatan Salurkan 8.000 Liter Air Bersih untuk Warga Terdampak Kemarau
Merespons keluhan masyarakat tersebut, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bandar Lampung bergerak cepat dengan menyalurkan bantuan air bersih.
Bantuan air bersih tersebut disalurkan, satu di antaranya ke kawasan terdampak di Jalan Raya Suban, Perumahan Alam Asri, RT 010 Lingkungan I, Sabtu (25/7/2026) sekitar pukul 15.20 WIB.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Bandar Lampung, Idham Basyar Syahputra mengonfirmasi, pengerahan armada tangki air ini dilakukan demi memenuhi kebutuhan pokok warga yang terdampak kekeringan untuk aktivitas sehari-hari.
"Sumur milik warga mengering sehingga masyarakat kesulitan memperoleh air bersih."
"BPBD langsung turun ke lokasi untuk mendistribusikan pasokan air bersih bagi sekitar 150 KK atau 600 jiwa di kawasan tersebut," ujar Idham Basyar Syahputra pada Sabtu (25/7/2026).
Sebagai langkah mitigasi dampak kekeringan yang lebih luas, Idham menyebut, BPBD Kota Bandar Lampung mengimbau seluruh masyarakat untuk segera melapor kepada petugas atau pihak kelurahan jika wilayahnya mulai mengalami krisis air bersih.
Sehingga, kata Idham, bantuan dapat langsung disalurkan secara cepat dan merata.
( Tribunlampung.co.id / Dominius Desmantri Barus )
Contact to : xlf550402@gmail.com
Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.