POS-KUPANG.COM - Lari menjadi salah satu olahraga yang belakangan ini banyak digemari anak-anak muda karena mudah dilakukan dan memiliki manfaat besar bagi tubuh.

Namun, olahraga yang satu ini juga berisiko menimbulkan cedera apabila tidak dilakukan dengan persiapan yang tepat.

Risiko cedera saat berlari sebenarnya dapat diminimalkan dengan menerapkan beberapa langkah sederhana.

Kebiasaan-kebiasaan ini tidak hanya membantu menjaga perofrma saat lati, tetapi juga mempercepat pemulihan dan membuat olahraga lebih aman dilakukan.

Berikut beberapa tips yang dapat dilakukan untuk menghindari cedera saat lari berdasarkan penjelasan dr. Muhammad Abdul Hamid, Sp.OT dalam tayangan live
Tribun Health pada Sabtu (4/7/2026):

Peserta lari 10 k memasuki garis finish, pada Wijaya Run 2026, di Lapangan Puspemnas Kota Soe, Sabtu (4/7/2026).
ILUSTRASI - Peserta lari 10 k memasuki garis finish, pada Wijaya Run 2026, di Lapangan Puspemnas Kota Soe, Sabtu (4/7/2026). (POS-KUPANG.COM/HO)

1. Pemanasan dan Pendinginan

Sebelum lari, lakukan pemanasan terlebih dahulu untuk meningkatkan elastisitas otot, tertuama pada kaki.

Lalu, lakukan juga pendinginan, seperti berjalan santai 5-10 menit untuk menurunkan tensi tubuh secara bertahap setelah lari.

2. Latih Kekuatan Otot 

Lari merupakan gerakan kompeks, yang membutuhkan kekuatan, kelincahan, termasuk kelenturan.

Oleh karena itu, kita juga perlu melatih kekuatan otot (core muscle) dengan melakukan gym untuk menjaga postur tubuh tetap tegap saat lari.

Baca juga: Mitos dan Fakta Kesehatan Mata: Benarkah Gadget Dapat Menyebabkan Katarak?

3. Memilih Sepatu yang Tepat

Pemilihan sepatu yang sesuai dengan jenis kaki dan jenis lari juga penting untuk menghindari cedera saat lari.

Tipe kaki manusia dikategorikan menjadi tiga berdasarkan bentuk lengkungan telapak (arch) dan tujuh tipe berdasarkan bentuk susunan jari kaki. Jadi, pastikan memakai sepatu sesuai bentuk yang pas agar kaki tidak sakit.

Selain itu, pemilihan sepatu lari juga harus disesuaikan dengan jenis lari, misalnya pada lari maraton, sebaiknya harus memiliki batalan tebal yang empat, bobor ringan, serta ukuran lebih besar satu nomor.

Baca juga: Festival Budaya Kelurahan Oesapa Barat Resmi Dibuka, Warga Tampilkan Harmoni Keberagaman

4. Pahami Kapasitas Tubuh

Terakhir adalah memahami kapasitas tubuh. Jangan memaksakan diri untuk berlatih dengan intensitas yang sama seperti orang lain.

Setiap orang memiliki kondisi fisik, kebugaran, dan proses adaptasi yang berbeda-beda. Memaksakan diri justru bisa meningkatkan risiko cedera, kelelahan, hingga memperlambat proses pemulihan.

Oleh karena itu, tingkatkan intensitas latihan secara bertahap dan pahami sinyal yang diberikan oleh tubuh.

Dengan begitu, kita bisa memperoleh hasil yang lebih optimal tanpa mengorbankan kesehatan.

Itulah beberapa tips untuk menghindari cedera saat olahraga lari.

Contact to : xlf550402@gmail.com


Privacy Agreement

Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.