TRIBUNNEWSBOGOR.COM -- Dugaan keracunan makanan usai menyantap menu makan bergizi gratis (BMG) kembali terjadi.

Sejumlah siswa di Sekolah Dasar Negeri (SDN) Kauman 1 Kota Malang, Jawa Timur, diduga mengalami keracunan usai menyantap menu MBG yang dibagikan beberapa waktu lalu.

Setidaknya ada sekitar belasan siswa yang dilaporkan mengeluhkan sakit perut, muntah, diare, demam tinggi.

Beberapa di antaranya bahkan harus dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis.

Salah seorang wali murid, Bambang (nama samaran), mengatakan anaknya mulai mengeluhkan sakit perut pada Rabu (22/7/2026) sore.

Beberapa jam kemudian, kondisinya memburuk hingga mengalami demam tinggi, muntah, dan diare yang berkepanjangan.

“Awalnya saya pikir hanya sakit perut biasa. Ternyata malam demam, muntah dan diare. Akhirnya Kamis pagi saya larikan ke dokter,” kata Bambang saat dikonfirmasi, Sabtu (25/7/2026).

Sebelum mengalami gejala tersebut, Bambang mengaku anaknya sempat menyantap menu MBG di sekolah.

Pada Selasa (21/7), anaknya menerima menu makanan dengan lauk telur.

Namun, tidak dihabiskan karena rasanya dinilai kurang enak.

Keesokan harinya, menu ikan juga tidak habis dimakan karena berbau amis.

"Anak saya bilang telurnya agak enggak enak, jadi dimakan sebagian saja. Besoknya menunya ikan, katanya bau amis, jadi enggak dimakan habis. Teman-temannya juga banyak yang tidak menghabiskan," ujarnya.

Dokter menduga muntaber akibat makanan yang dikonsumsi Dari hasil pemeriksaan sementara, kata Bambang, dokter menduga anaknya mengalami muntaber akibat makanan yang dikonsumsi.

Meskipun demikian, ia belum dapat memastikan apakah makanan yang dimaksut merupakan menu MBG di sekolah.

“Dokter bilang ini gara-gara salah makan saja,” tambahnya.

Di sisi lain, dari hasil informasi yang ia dapat, setidaknya ada sekitar 12 siswa di kelasnya yang mengalami gejala serupa.

Tak hanya itu, sebagian siswa di kelas lain juga diduga mengalami hal serupa.

“Dari hari yang sama Kamis, di kelas anak saya sekitar 12 siswa yang tidak masuk sekolah karena sakit. Adik kelasnya juga ada yang sakit beberapa, ini yang menjadi kejanggalan,” bebernya.

Kepala Dispangtan membenarkan dugaan keracunan Terpisah, Kepala Dinas Ketahanan Pangan (Dispangtan) Kota Malang,

Slamet Husnan Hariadi membenarkan adanya dugaan keracunan tersebut.

Ia mengetahui, setelah pihak sekolah mengirimkan surat ke Dispangtan Kota Malang untuk meminta adanya uji lab atas menu MBG yang sempat diterima sekolah tersebut.

“Pihak sekolah sudah bersurat ke kami agar dilakukan uji laboratorium untuk makanan (MBG) yang disajikan,” tegas Slamet.

Sampai saat ini, pihak Dispangtan masih menunggu kepastian hasil uji lab yang dilakukan oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang untuk mengetahui penyebab keracunan yang dialami sejumlah siswa SDN Kauman 1 Kota Malang.

Sumber: Kompas.com

Contact to : xlf550402@gmail.com


Privacy Agreement

Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.