TRIBUNPONTIANAK.CO.ID,PONTIANAK - Prakirawan BMKG Supadio Pontianak, Rizky Noventia Pertiwi, mengungkapkan kualitas udara di wilayah Pontianak dan sekitarnya secara umum masih berada dalam kategori sedang.
Meski demikian, hasil pemantauan menunjukkan adanya tren penurunan kualitas udara dalam 10 hari terakhir, terutama pada malam hingga pagi hari.
Rizky mengatakan, berdasarkan alat pemantau kualitas udara BMKG yang berada di Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya, kondisi udara secara umum masih tergolong sedang.
Namun, penurunan kualitas udara terdeteksi dari pengukuran konsentrasi partikulat PM2.5 serta hasil pemantauan jarak pandang (visibility) di Stasiun Meteorologi Supadio.
"Kualitas udara berdasarkan pendekatan alat pemantau kami di Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya mengindikasikan kondisi udara yang secara umum berada dalam kategori sedang. Namun tren dalam beberapa hari terakhir menunjukkan penurunan kualitas udara," ujarnya saat dikonfirmasi tribunpontianak.co,id, Selasa 21 Juli 2026.
Ia menjelaskan, dalam 10 hari terakhir kondisi udara dengan kategori tidak sehat kerap terjadi pada dini hari hingga pagi hari.
Meski demikian, kondisi tersebut bersifat sementara dan cukup fluktuatif sebelum kembali membaik pada siang hari.
Baca juga: Satarudin Dorong Pemkot Umumkan Kondisi Kualitas Udara Secara Berkala
"Kondisi udara tidak sehat sudah terpantau sejak 10 hari terakhir, namun sifatnya hanya sementara pada saat fajar dan membaik pada siang hari. Kondisi udara tidak sehat juga cukup fluktuatif sehingga secara umum nilai rata-rata kualitas udara masih dalam kategori sedang, meskipun secara tren mengalami penurunan kualitas udara dalam 10 hari terakhir," katanya.
Menurut Rizky, penurunan kualitas udara pada malam hingga pagi hari diduga dipengaruhi kebakaran hutan di wilayah sekitar Kota Pontianak, khususnya di sisi tenggara hingga timur kota.
Asap kemudian terbawa angin yang saat ini didominasi dari arah tenggara hingga selatan menuju wilayah Pontianak.
Selain itu, kondisi atmosfer pada malam hingga pagi hari menyebabkan udara lebih stabil sehingga polutan terakumulasi di dekat permukaan.
Rendahnya curah hujan selama dua pekan terakhir juga memperburuk kualitas udara karena berkurangnya proses pencucian polutan oleh hujan.
Rizky menegaskan, tidak ada wilayah tertentu di Kota Pontianak yang lebih terdampak dibanding wilayah lainnya. Penurunan kualitas udara yang terdeteksi alat pemantau di Kecamatan Sungai Raya merepresentasikan kondisi udara di kawasan sekitarnya.
Sementara itu, BMKG memperkirakan masih ada potensi hujan ringan di sekitar Kota Pontianak pada Rabu 22 Juli 2026.
Namun setelah itu, potensi hujan diperkirakan kembali menurun dengan cuaca didominasi cerah hingga cerah berawan sampai 27 Juli 2026.
"BMKG melakukan pemantauan dan analisis cuaca secara terus menerus. Berdasarkan pemantauan dan analisis tersebut kami memperkirakan adanya potensi hujan di sekitar Kota Pontianak pada Rabu, 22 Juli 2026 dengan intensitas ringan. Namun, potensi hujan secara umum diperkirakan akan kembali menurun dalam sepekan ke depan dan cuaca diprakirakan dominan cerah hingga cerah berawan hingga tanggal 27 Juli 2026," jelasnya.
BMKG juga memperkirakan curah hujan di seluruh wilayah Kalimantan Barat hingga akhir Juli berada dalam kategori rendah.
Apabila kondisi tersebut berlangsung lama, kualitas udara berpotensi semakin memburuk.
Karena itu, BMKG mengimbau masyarakat untuk rutin memantau informasi kualitas udara melalui aplikasi Info BMKG maupun kanal resmi BMKG.
Masyarakat juga diminta mengurangi aktivitas di luar ruangan saat kualitas udara tidak sehat, menggunakan masker ketika beraktivitas di luar, serta memperbanyak konsumsi air putih guna menjaga kesehatan saluran pernapasan. (*)
Contact to : xlf550402@gmail.com
Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.