TRIBUNNEWSMAKER.COM - Kabupaten Sragen, Jawa Tengah, menyimpan banyak destinasi wisata alam yang belum banyak diketahui wisatawan.
Salah satu tempat yang patut dikunjungi adalah Air Terjun Kedung Grujug yang berada di Desa Doyong, Kecamatan Miri.
Lokasinya hanya berjarak sekitar 28 kilometer dari pusat Kota Solo dan dapat ditempuh menggunakan kendaraan pribadi dalam waktu kurang lebih 55 menit.
Meski belum sepopuler destinasi lain, tempat ini menawarkan pesona alam yang masih sangat asri.
Suasana di sekitar air terjun dipenuhi pepohonan rindang yang membuat udara terasa sejuk sepanjang hari.
Aliran sungai yang jernih semakin menambah kenyamanan bagi pengunjung yang ingin melepas penat dari hiruk-pikuk perkotaan.
Air Terjun Kedung Grujug berada di Dusun Pungkruk dan menjadi salah satu hidden gem yang mulai menarik perhatian pencinta wisata alam.
Ketinggian air terjunnya sekitar lima meter dengan aliran air yang berasal dari Sungai Kedung Kancil sebelum bermuara ke Waduk Kedung Ombo.
Daya tarik utama destinasi ini terletak pada tebing batu yang mengapit aliran air di kedua sisinya.
Baca juga: 6 Kuliner Malam yang Favorit di Solo, Ada Gudeg Ceker Margoyudan Bu Kasno dan RM Seafood Pak Petruk
Permukaan batu tersebut memiliki pola garis-garis horizontal yang terbentuk secara alami akibat proses erosi selama puluhan tahun.
Formasi batu yang unik itu menciptakan panorama berbeda dibandingkan air terjun pada umumnya di Jawa Tengah.
Gemericik air yang jatuh di atas bebatuan menghadirkan suasana damai yang cocok dinikmati sambil bersantai maupun berburu foto.
Nama Kedung Grujug juga memiliki makna yang erat dengan karakter lokasi tersebut.
Dalam bahasa Jawa, "kedung" berarti sungai atau kolam yang dalam, sedangkan "grujug" menggambarkan air yang mengalir deras seperti pancuran.
Perpaduan panorama alam, udara segar, serta keunikan formasi batu menjadikan Air Terjun Kedung Grujug sebagai destinasi yang layak masuk daftar wisata saat berkunjung ke Sragen.
Sebelum ramai dikunjungi wisatawan, kawasan Kedung Grujug lebih dahulu dikenal sebagai lokasi favorit warga untuk memancing ikan.
Di sepanjang aliran sungai masih dapat dijumpai branjang atau alat penangkap ikan yang digunakan masyarakat setempat.
Popularitas Kedung Grujug mulai meningkat setelah foto-foto keindahan alamnya banyak beredar di media sosial.
Kini, wisatawan, terutama kalangan muda, mulai berdatangan untuk menikmati panorama alam sekaligus mengabadikan momen di berbagai sudut yang instagramable.
Meski demikian, suasana di kawasan ini masih relatif sepi sehingga cocok bagi pengunjung yang mencari ketenangan.
Baca juga: 5 Resto Keluarga di Solo yang Favorit untuk Makan Siang, Ada Kusuma Sari dan Rumah Makan Adem Ayem
Air Terjun Kedung Grujug memiliki kolam alami di bagian bawah yang kerap dimanfaatkan pengunjung untuk bermain air maupun berenang.
Airnya yang jernih dan suasana sekitar yang masih alami menjadi daya tarik tersendiri, terutama saat musim kemarau ketika debit air lebih stabil.
Suara gemuruh air berpadu dengan rindangnya pepohonan menciptakan suasana yang menenangkan, sehingga banyak wisatawan memilih lokasi ini sebagai tempat healing bersama keluarga maupun teman.
Bagi pecinta fotografi, Kedung Grujug menawarkan sejumlah spot menarik.
Latar belakang air terjun dengan tebing batu bertekstur alami menjadi lokasi favorit untuk berfoto.
Di seberang kawasan air terjun juga terdapat area taman yang dapat dimanfaatkan sebagai lokasi bersantai sekaligus berburu foto dengan nuansa hijau yang asri.
Meski belum dikelola secara maksimal sebagai objek wisata besar, Kedung Grujug telah memiliki beberapa fasilitas penunjang, di antaranya:
Untuk mencapai lokasi air terjun, pengunjung perlu berjalan kaki sekitar delapan menit dari tempat parkir.
Air Terjun Kedung Grujug berada tidak jauh dari Jalan Solo–Purwodadi dan berjarak sekitar tiga kilometer dari pusat Kecamatan Gemolong.
Sementara jam operasional wisata ini umumnya mulai pukul 07.00 hingga 18.00 WIB.
Warga setempat menyarankan wisatawan datang pada pagi atau sore hari.
Selain cuaca lebih sejuk, pencahayaan alami membuat panorama air terjun terlihat lebih indah untuk dinikmati maupun diabadikan dalam foto.
Sebaliknya, saat musim hujan pengunjung disarankan lebih berhati-hati karena debit air sungai dapat meningkat.
Kondisi tersebut membuat bentuk air terjun berubah dan aktivitas bermain air menjadi kurang aman.
(Tribunnewsmaker.com/ TribunSolo)
Contact to : xlf550402@gmail.com
Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.