TRIBUNNEWS.COM – Infeksi pada saluran akar gigi menjadi salah satu masalah kesehatan gigi yang kerap terlambat ditangani karena tidak selalu menimbulkan rasa sakit.

Padahal, jika dibiarkan, infeksi dapat menyebar hingga menyebabkan pembengkakan di sekitar akar gigi bahkan berdampak pada kesehatan organ tubuh lainnya.

Dokter Gigi Spesialis Konservasi Gigi dari Klinik Gigi Dental Inc Jakarta Barat, drg. Theresia Peggy Haryanti, Sp.K.G, menjelaskan bahwa perawatan saluran akar penting dilakukan untuk mempertahankan gigi yang masih bisa diselamatkan dengan membersihkan jaringan yang telah terinfeksi.

"Perawatan saluran akar adalah perawatan yang dilakukan untuk mengambil jaringan yang terinfeksi di dalam gigi," ujar drg. Theresia dalam program Healthy Talk yang disiarkan dari kantor redaksi Tribunnews di Karanganyar, Jawa Tengah, dikutip pada Selasa (21/7/2026). 

Baca juga: Jangan Abaikan Gigi Hilang karena Lubang, Jika Tak Diganti, Bisa Ganggu Fungsi Kunyah dan Kesehatan

Apa Itu Infeksi Saluran Akar Gigi?

Menurut drg. Theresia, bagian dalam gigi terdiri atas lapisan email, dentin, serta jaringan saraf dan pembuluh darah.

Saat bakteri masuk melalui gigi berlubang dan tidak segera ditangani, infeksi akan menyebar dari lapisan email menuju dentin hingga mencapai saraf gigi.

Berbeda dengan jaringan tubuh lain, gigi tidak dapat membengkak karena tersusun dari jaringan keras.

Hal ini akan menyebabkan munculnya pembengkakan yang justru muncul di sekitar ujung akar gigi setelah infeksi mencapai jaringan terdalam.

Maka saat saraf sudah terinfeksi, jaringan tersebut harus dibersihkan dan diatasi karena jika dibiarkan akan mati dan menjadi sumber infeksi di dalam tubuh.

Baca juga: Kebiasaan Sehari-hari yang Dapat Merusak Kesehatan Jantung, Ini Faktor Penyebabnya

Faktor Penyebab Infeksi Saluran Akar Gigi

Dokter spesialis konservasi gigi ini menyebutkan bahwa infeksi saluran akar tidak hanya disebabkan oleh gigi berlubang. Terdapat beberapa faktor lain yang juga dapat memicu kondisi tersebut, yaitu sebagai berikut.

1. Gigi Berlubang (Karies)

Karies menjadi penyebab paling umum infeksi saluran akar.

Bakteri yang masuk melalui lubang gigi akan terus berkembang apabila tidak segera mendapatkan penanganan.

2. Trauma atau Gigi Patah

Benturan keras yang menyebabkan gigi retak atau patah dapat membuka jaringan saraf sehingga bakteri lebih mudah masuk ke dalam saluran akar.

3. Infeksi dari Jaringan atau Tulang Sekitar Gigi

Pada beberapa kasus, infeksi tidak berasal dari lubang gigi, tetapi menyebar dari jaringan penyangga maupun tulang di sekitar gigi.

4. Kerusakan Gigi yang Tidak Diobati

Semakin lama kerusakan gigi dibiarkan, semakin besar risiko bakteri mencapai jaringan saraf dan menyebabkan infeksi yang lebih serius.

Gejala Infeksi Saluran Akar Tidak Selalu Terasa

Salah satu hal yang perlu diwaspadai adalah infeksi saluran akar tidak selalu menimbulkan rasa nyeri.

Bisa jadi terdapat pembengkakan cukup besar di sekitar akar gigi, yang kerap tidak disadari oleh banyak orang.

Namun, ada juga orang yang mengalami infeksi akut, dan biasanya mengalami nyeri hebat hingga sulit tidur akibat gigi berlubang yang sudah mencapai saraf.

Maka dari itu, pemeriksaan rutin sangat penting untuk dilakukan.

Baca juga: 10 Cara Mengecilkan Tampilan Pori-Pori Besar Menurut Ahli Perawatan Kulit

Perawatan Saluran Akar Dilakukan untuk Membersihkan Infeksi

Perawatan saluran akar ini perlu dilakukan karena bertujuan mengangkat jaringan saraf yang telah terinfeksi agar bakteri tidak terus berkembang.

Dalam prosedur ini, dokter umumnya akan membuka bagian gigi, membersihkan saluran akar, kemudian memastikan saluran benar-benar bersih, kering, dan bebas dari nanah maupun darah sebelum dilakukan penutupan.

Dokter dari Klinik Gigi Dental Inc, Jakarta Barat, ini menjelaskan bahwa tidak semua pasien cukup menjalani satu kali perawatan, ada yang perlu menjalani beberapa kali perawatan.

Ia menegaskan bahwa perawatan saluran akar tidak selalu dilakukan pada semua kasus gigi berlubang.

Jika kerusakan hanya mengenai lapisan email atau dentin dan belum mencapai jaringan saraf, pasien cukup menjalani penambalan gigi sesuai indikasi.

Sebaliknya, apabila infeksi telah mencapai saluran akar, dokter akan melakukan perawatan saluran akar terlebih dahulu sebelum menentukan jenis restorasi yang paling sesuai, seperti tambalan atau pemasangan mahkota gigi (crown).

Perawatan saluran akar pada dasarnya bertujuan mempertahankan gigi asli agar tetap berfungsi.

Tetapi, jika kerusakan sudah terlalu luas dan sisa jaringan gigi tidak lagi memungkinkan untuk direstorasi, pencabutan gigi dapat menjadi pilihan.

Selain itu, gigi bungsu yang tumbuh miring atau tidak memiliki fungsi mengunyah juga sering kali menjadi indikasi pencabutan.

Dokter Theresia juga mengingatkan masyarakat agar tidak menunggu hingga nyeri muncul untuk memeriksakan kondisi gigi.

(Tribunnews.com/Oktavia WW)

Contact to : xlf550402@gmail.com


Privacy Agreement

Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.