Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Tari Rahmaniar
POS-KUPANG.COM — Bagi banyak orang, hutan mangrove hanya dipandang sebagai benteng alami pesisir. Namun di tangan Ahmad Burhan, mangrove menjelma menjadi sumber kehidupan dan kemandirian ekonomi bagi warga Desa Golo Sepang, Kecamatan Boleng Kabupaten Manggarai Barat.
Selama kurang lebih dua dekade, Ahmad Burhan tak hanya berbicara soal pelestarian lingkungan. Ia bergerak nyata memulihkan ekosistem mangrove seluas 53 hektare di Terang Desa Golo Sepang Kecamatan Boleng Kabupaten Manggarai Barat.
Upaya itu lahir dari kesadaran bahwa menjaga pesisir bukan sekadar urusan lingkungan, tetapi juga menyangkut masa depan ekonomi masyarakat.
"Pemulihan mangrove tidak cukup hanya dengan menanam. Ia melihat, keberhasilan konservasi harus dibarengi dengan pemberdayaan warga agar ekosistem yang terjaga mampu memberi manfaat ekonomi yang berkelanjutan," ujarnya, Jumat (3/6/2026).
Baca juga: MPMX Lanjutkan Rehabilitasi Mangrove, Capai 100.000 Bibit Tertanam di Desa Golo Sepang NTT
Dari pemikiran itulah, Burhan bersama warga mulai mengolah hasil hutan non-kayu dari mangrove menjadi berbagai produk inovatif. Langkah ini menjadi bukti bahwa kemandirian ekonomi bisa tumbuh dari akar yang sama dengan upaya menjaga pesisir.
Tak berhenti di situ, Burhan juga menghadirkan inovasi baru lewat metode apartemen kepiting. Metode budidaya ini dilakukan dengan menempatkan kepiting dalam wadah-wadah terpisah agar tumbuh optimal, terhindar dari kanibalisme, dan memiliki kualitas jual lebih tinggi
Cara sederhana itu terbukti memberi dampak besar bagi warga.
Selain meningkatkan pendapatan, budidaya ini juga menjaga habitat alami kepiting tetap lestari tanpa eksploitasi berlebihan.
Semangat kemandirian yang dibangun Burhan sejalan dengan program Kementerian Lingkungan Hidup melalui Desa Mandiri Peduli Mangrove (DMPM).
Program ini menekankan bahwa menjaga mangrove bukan hanya soal rehabilitasi, tetapi juga menciptakan ekosistem ekonomi yang hidup dan berkelanjutan.
Upaya Burhan dan warga pun mendapat apresiasi dari Wakil Menteri Lingkungan Hidup. Inisiatif tersebut dinilai menjadi contoh nyata bagaimana konservasi lingkungan dapat berjalan beriringan dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Di Desa Golo Sepang, mangrove kini bukan lagi sekadar pohon yang tumbuh di bibir pantai.
Ia telah menjadi simbol perjuangan, ketekunan, dan harapan bahwa alam yang dijaga dengan baik akan kembali memberi kehidupan bagi manusia.
Bagi Burhan, mangrove bukan sekadar pohon di tepian laut. Ia adalah warisan yang harus dijaga, sekaligus sumber harapan bagi kehidupan warga pesisir.(iar)
Contact to : xlf550402@gmail.com
Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.