TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KUBURAYA – Warga yang berdomisili di kawasan Parit Banjar, Kabupaten Kubu Raya, mengeluhkan intensitas pemadaman listrik yang berlangsung hingga hampir tujuh jam.
Kondisi penghentian pasokan arus listrik dalam durasi panjang tersebut menyebabkan area permukiman warga setempat tidak mendapatkan pencahayaan dan menghambat berbagai sektor aktivitas domestik masyarakat.
Salah seorang warga Jalan Parit Banjar, Puput, memberikan keterangan bahwa pemutusan aliran listrik di wilayah tempat tinggalnya sudah terjadi sejak sekitar pukul 14.00 WIB.
Kendati waktu sudah melewati pukul 19.00 WIB, pasokan listrik dari gardu penyalur belum juga kembali normal.
Menurut pengamatan Puput, terdapat perbedaan perlakuan durasi operasional pemadaman antara wilayah tempat tinggalnya dengan area pusat perkotaan.
Meskipun pihak penyedia layanan telah mengedarkan informasi resmi mengenai jadwal pemadaman bergilir untuk sejumlah titik di Kota Pontianak, realisasi durasi pemadaman di kawasan Parit Banjar justru melampaui estimasi waktu yang diumumkan.
“Kalau di Pontianak ada informasi jadwal pemadamannya. Tapi di sini listrik padam sampai lebih dari lima jam, bahkan hampir tujuh jam belum juga menyala,” ujar Puput.
Baca juga: Pengumuman Kelulusan SPMB SD-SMP Kubu Raya 2026 Hari Ini, Cek Link Resmi dan Jadwal Daftar Ulang
Lebih lanjut, ia memaparkan bahwa dampak dari pemadaman yang berkepanjangan ini tidak hanya melumpuhkan perangkat elektronik rumah tangga, melainkan juga merembet pada sektor telekomunikasi.
Infrastruktur pendukung jaringan telepon seluler dan koneksi internet di wilayah tersebut dilaporkan ikut mengalami penurunan fungsi hingga hilang total bersamaan dengan padamnya listrik.
“Rasanya seperti terisolasi. Keluar rumah gelap, sinyal tidak ada, internet juga hilang. Bayangkan saja, hampir tujuh jam mati lampu tanpa sinyal dan internet, tentu sangat menyulitkan,” katanya menambahkan.
Dampak teknis di lapangan juga menyasar pada pemenuhan kenyamanan keluarga, terutama bagi warga yang memiliki anak usia balita.
Kondisi suhu udara yang relatif panas di dalam ruangan akibat tidak berfungsinya mesin pendingin ruangan maupun kipas angin elektrik, membuat anak-anak mengalami kendala untuk beristirahat dengan tenang.
“Anak saya jadi tidak bisa tidur siang karena kepanasan,” ungkap Puput menerangkan kondisi riil di dalam rumahnya.
Menyikapi situasi penataan arus listrik yang dinilai merugikan hak konsumen tersebut, warga berharap manajemen PT PLN dapat segera melakukan penanggulangan teknis agar durasi padam yang lama tidak menjadi pola yang berulang di kemudian hari.
Penghentian arus listrik tanpa kepastian waktu dinilai memicu akumulasi kekecewaan publik karena berdampak langsung pada manajemen waktu kerja, komunikasi, hingga kenyamanan rumah tangga.
“Semoga kondisi seperti ini tidak terus terjadi. Kami berharap listrik bisa kembali normal agar masyarakat bisa beraktivitas seperti biasa,” tutupnya. (*)
Contact to : xlf550402@gmail.com
Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.