TRIBUNJAKARTA.COM - Nama Abdul Haris Agam atau yang lebih dikenal sebagai Agam Rinjani menjadi sorotan setelah ditolak datang ke Gunung Rinjani.
Rencana Agam Rinjani bersama Panji Petualang datang ke Gunung Rinjani untuk memperingati satu tahun proses evakuasi Juliana mendapat penolakan dari Forum Wisata Lingkar Rinjani.
Agam Rinjani hingga kini belum bersuara mengenai polemik tersebut. Sedangkan Panji Petualang telah menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat Lombok.
Meskipun belum berbicara mengenai polemik tersebut, terkuak aktivitas Agam Rinjani melalui akun instagram pribadinya yang terverifikasi @agam_rinjani.
Unggahan terakhir Agam Rinjani terlihat memperkenalkan produk dengan nuansa pegunungan.
Selain itu, ia juga memperlihatkan aktivitasnya yang diunggah pada dua hari yang lalu.
Agam mengunggah foto saat dirinya menerima penghargaan dar iKemenhut untuk tim evakuasi tahun 2025.
Lalu ia ikut dalam koordinasi perencanaan sistem tata kelola pendakian bersama Kementerian Tahun 2025.
Terlihat, Agam bersalaman dengan Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni. Ia juga mengunggah foto pelatihan Skyger 2025 pasca-kejadian Juliana di Bandung tahun 2025.
Tak hanya itu, ia juga mengikuti pelatihan sertifikasi Porter dan Suide Sembalun oleh Skyger tahun 2025.
Kemudian, Agam juga menghadiri pelepasan Tim Ekspedisi Pelayaran Akademis Makassar-Thailand bersama Korpala Unhas pada tahun 2025.
Ada pula, ia mengunggah saat mengikuti kegiatan budaya ngasuh gunung di Sajang-Sembalun tahun 2025.
Bahkan, ia sempat terbang ke Brasil menghadiri Conference Of The Parties 30.
Agam juga terjun dalam bencana Aceh pada 11 Desember- 22 Januari tahun 2026.
"Sembalun - Jakarta - sembalun - Jakarta - Makassar-Bandung - sembalun-jakarta-surabaya-jakarta-belanda-brasil-jakarta-bandung- bogor - Aceh- jakarta - Makassar - Aceh -Medan -pekan baru - Payakumbuh - jakarta- makassar- toraja- makassar- jakarta," tulis Agam Rinjani dalam captionnya.
Ia pun meminta dukungan agar bisa kembali ke Sembalun.
"Doakan segera kesembalun ya! Terimakasih atas dukungan nya selama ini, semoga kedepan kegiatan-kegiatan bisa bermanfaat bagi orang -orang di sekitar kita, Aamiin," katanya.
Diketahui, Agam Rinjani dipuji atas perannya dalam proses evakuasi pendaki asal Brasil, Juliana Marins pada tahun 2025.
Kini rencana kedatangannya ke Gunung Rinjani justru menuai penolakan dari sejumlah pelaku wisata dan tokoh adat setempat.
Penolakan tersebut muncul setelah Agam bersama konten kreator Panji Petualang berencana datang ke Gunung Rinjani untuk mengenang satu tahun proses evakuasi Juliana Marins.
Setahun setelah evakuasi Juliana Marins, Agam kembali menjadi sorotan.
Rencananya datang ke Gunung Rinjani bersama Panji Petualang untuk memperingati satu tahun proses evakuasi Juliana mendapat penolakan dari Forum Wisata Lingkar Rinjani.
"Mohon maaf yang seluas-luasnya untuk semua keluargaku di Lombok. Khususnya untuk semua pihak yang tersinggung atau tersakiti karena postingan ku," ujar Panji melalui akun Instagram @panjipetualang_real.
Ketua Forum Wisata Lingkar Rinjani, Royal Sembahulun, menyebut penolakan tersebut dipicu dugaan masih adanya persoalan yang belum terselesaikan terkait pengelolaan donasi evakuasi Juliana Marins.
"Ada banyak janji dan utang yang belum diselesaikan, terutama yang berkaitan dengan donasi Juliana. Jangan sampai kedatangannya ke Rinjani justru menjadi ajang pencitraan di tengah masalah yang belum tuntas," ujar Royal.
Selain itu, forum juga mempersoalkan penyematan julukan "Pawang Rinjani" kepada Agam.
Menurut tokoh adat Sembalun, Mertawi, gelar tersebut merupakan bagian dari tradisi masyarakat adat dan tidak bisa disematkan secara sembarangan tanpa melalui musyawarah komunitas adat di lingkar Gunung Rinjani.
"Menurut tradisi kita, khususnya yang tinggal di lingkar Rinjani, tidak semudah itu untuk menyebut diri sebagai Pawang Rinjani," ujar Mertawi.
Di tengah polemik tersebut, Panji Petualang telah menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat Lombok.
Ia mengaku tidak mengetahui adanya persoalan lama yang melatarbelakangi penolakan terhadap rencana kedatangan Agam dan mengaku salah telah memakai istilah "Pawang Rinjani" dalam unggahan di media sosialnya.
Contact to : xlf550402@gmail.com
Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.