Banyuwangi (ANTARA) - Desa Sejahtera Astra Kemiren yang diberlakukan di Desa Wisata Adat Osing Kemiren, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur menggerakkan perekonomian warga dengan model ekonomi berbasis budaya Osing.
Penggerak Desa Sejahtera Astra Kemiren Mohammad Edy Saputro mengatakan budaya menjadi aset utama masyarakat untuk menciptakan peluang usaha karena desa tersebut tidak memiliki daya tarik wisata alam seperti pegunungan maupun pantai.
"Kami tidak punya gunung, pantai juga tidak punya. Sawah pun tidak ada yang semacam terasering bagus atau semacamnya. Tapi kami punya budaya," kata Edy di Banyuwangi, Jawa Timur, Jumat.
Edy, yang akrab disapa Eday, mengatakan potensi budaya Osing dikembangkan menjadi berbagai paket wisata, mulai dari wisata kuliner, wisata edukasi, paket live in, hingga kegiatan meeting, incentive, convention, and exhibition (MICE) yang membuka lebih lanjut pintu peluang usaha bagi warga.
Mayoritas warga Kemiren masih bekerja sebagai petani padi. Namun, menurut dia, pariwisata berbasis budaya menjadi sumber pendapatan yang dapat diandalkan di tengah ketidakpastian sektor pertanian.
"Mayoritas petani padi. Masuk di bidang wisata ini sebetulnya salah satu cara yang saat ini relevan dengan keadaan pertanian yang tidak pasti. Pariwisata bisa memberikan cara mendapatkan pendapatan yang lebih mudah dan stabil," ujarnya.
Ia mengatakan manfaat ekonomi tersebut telah dirasakan masyarakat desa yang terlibat sebagai pemilik homestay, pelaku UMKM, pemandu wisata, seniman hingga penyedia jasa kuliner dan aktivitas edukasi budaya yang sebagian tergabung dalam Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis).
Sebagai gambaran permintaan, Desa Kemiren baru menerima sekitar 157 siswa dari 11 kota yang mengikuti program live in selama empat hari. Pada hari yang sama, desa tersebut juga dijadwalkan menerima 52 wisatawan dari Jakarta melalui agen perjalanan untuk mengikuti paket makan siang menu tradisional Osing, pertunjukan musik lesung, edukasi menyangrai kopi, dan membatik.
Dalam program live in, wisatawan menginap di rumah warga dan mengikuti aktivitas masyarakat, seperti memasak kuliner Osing, membuat kue kucur, memainkan musik tradisional, membatik, menyangrai kopi, hingga mengenal kegiatan pertanian warga.

Selain menjual pengalaman wisata, masyarakat juga mengembangkan berbagai produk UMKM. Salah satu produk unggulan adalah Kopi Kemiren Jaran Goyang yang mulai dikembangkan sejak 2013 dengan mengangkat budaya minum kopi masyarakat Osing sebagai identitas produk.
Meski biji kopi arabika berasal dari Lereng Ijen dan robusta dari wilayah Banyuwangi bagian utara, proses pengolahan, pengemasan, dan pemasaran dilakukan di Kemiren.
Produk kopi tersebut dipasarkan melalui toko oleh-oleh dan berbagai lokapasar dengan harga sekitar Rp40.000 per kemasan. Selain kopi, masyarakat juga mengembangkan kue kucur, kue klemben, sale pisang, batik, dan berbagai produk UMKM sebagai bagian dari ekonomi desa wisata.
Pengembangan ekonomi berbasis budaya tersebut diperkuat melalui Program Desa Sejahtera Astra yang mulai mendampingi Desa Kemiren sejak 2024.
Head of Corporate Communications PT Astra International Tbk Windy Riswantyo mengatakan pendampingan di Desa Kemiren merupakan bagian dari kontribusi sosial Astra yang telah berkolaborasi dengan lebih dari 1.500 Desa Sejahtera Astra di 35 provinsi di Indonesia.
Di Kemiren, program tersebut telah menjangkau sekitar 300 warga, mendukung pengembangan 50 homestay dengan total 92 kamar, melibatkan 40 pelaku usaha lokal, serta 40 anggota Pokdarwis hingga Juni 2026.
Windy mengatakan program tersebut juga berkontribusi terhadap peningkatan rata-rata pendapatan anggota Pokdarwis sekitar 33 persen, dari Rp1,5 juta menjadi Rp2 juta per bulan.
Dalam periode 2024-2026, Desa Wisata Adat Osing Kemiren secara konsisten menerima lebih dari 3.000 kunjungan wisatawan setiap tahun, baik wisatawan domestik maupun mancanegara.
Pendampingan juga mencakup pengelolaan sampah, pemanfaatan limbah ternak menjadi pupuk organik, pembangunan dua fasilitas biogas, serta penguatan kapasitas masyarakat dalam mengembangkan desa wisata berbasis budaya.
Sejak 2019, Desa Wisata Adat Osing Kemiren mencatat berbagai capaian di bidang pariwisata dan budaya, antara lain Wonderful Indonesia Impact, Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) dari Kementerian Pariwisata, ASEAN Tourism Award 2025, serta terpilih dalam The Best Tourism Village Upgrade Programme 2025.