Jakarta -

Genap berusia 11 tahun, Toko Kopi TUKU punya misi khusus. Tak hanya memajukan bisnis, tetapi juga menggandeng lebih banyak 'pemain' lokal untuk tumbuh bersama.


Membangun bisnis tak hanya perkara mencari keuntungan sebanyak-banyaknya. Namun juga bagaimana kolaborasi bersama banyak pihak berjalan baik untuk mendukung kemajuan bisnis.


Semangat ini juga dipegang erat oleh Toko Kopi TUKU. Toko kopi favorit kawula muda di Jakarta ini tak sekadar menyajikan kopi enak untuk pelanggan setianya.




Selama 11 tahun beroperasi, Toko Kopi TUKU ternyata menggandeng banyak pihak untuk bekerjasama. Dalam perayaan Sewelas Asih di Urban Forest Cipete, Jakarta Selatan, (25/6/2026), acara ini tak hanya merayakan 'ulang tahun' Toko Kopi TUKU.


Baca juga: Usai Resmi Tutup, Warung Nasi Padang Tertua di Singapura Berencana Buka Lagi!




Genap 11 Tahun, Toko Kopi TUKU Rayakan Kolaborasi bersama 'Pemain' LokalAndanu, founder Toko Kopi TUKU, akui kolaborasi dengan para 'pemain' lokal jadi kekuaran Toko Kopi TUKU. Foto: Diah Afrilian/detikcom

"Perayaan beberapa tahun lalu, tahun lalu, dan tahun ini bukan hanya untuk keluarga TUKU. Tetapi untuk merayakan bersama Tetangga TUKU dan para kolaborator," ujar Vella Siahaya selaku CXO Toko Kopi TUKU.


Dalam operasionalnya, ternyata Toko Kopi TUKU menggandeng banyak pemain lokal. Mulai dari pemasok jajanan pasar hingga petani kopi itu sendiri.


Toko Kopi TUKU tak hanya terkenal dengan racikan Kopi Susu Tetangga yang creamy, tetapi juga banyak merchandise. Produk seperti botol tumblr, tas belanja, kaos, hingga jam tangan merupakan hasil produk kolaborasi bersama produsen lokal dan satu produsen global.


Andanu, selaku pendiri Toko Kopi TUKU, mengungkapkan perjalanan kedai kopi yang pertama kali buka di Cipete juga tak mudah. Awalnya, kafe miliknya hanya memiliki dua orang barista.





Genap 11 Tahun, Toko Kopi TUKU Rayakan Kolaborasi bersama 'Pemain' LokalMulai dari hulu ke hilir memiliki peran penting, terutama para petani kopi. Foto: Diah Afrilian/detikcom

"Pada 2015 itu kita cuma punya dua orang barista. Sekarang, TUKU sudah punya 1.096 barista yang bergabung menjadi keluarga TUKU," ungkapnya.


Salah satu tantangan terbesar yang dilewati TUKU pada tahun kesebelasnya juga pada harga bahan pokok yang meningkat. "Kami menaikkan harga pada 26 April 2026 itu, bahkan sudah dipikirkan enam bulan sebelumnya," kata Aryo Widiwardhono selaku Komisaris Toko Kopi TUKU.


Ternyata keputusan tersebut terpaksa dilakukan untuk tetap menjaga lingkungan Toko Kopi TUKU yang berkelanjutan. Toko Kopi TUKU menjaga fair trade atau perdagangan yang adil dari hulu ke hilir agar para petani kopi juga mendapatkan harga yang layak.


Andanu berharap keberlangsungan Toko Kopi TUKU pada tahun-tahun selanjutnya, tak hanya sekadar lingkungan bisnis. Tetapi juga menjadi lingkungan yang sehat bagi seluruh pihak yang terlibat dari hulu ke hilir pada penyajian secangkir kopi di Toko Kopi TUKU.






Contact to : xlf550402@gmail.com


Privacy Agreement

Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.