TRIBUNMANADO.CO.ID- Banyak yang tak bisa membedakan, melayani Tuhan atau diri sendiri.

Itu yang akan kirta pelajari dalam santapan rohanim kita kali ini.

Berikut santapan rohani berjudul serving God or serving ego?

Baca juga: Santapan Rohani Yesaya 26:4, Percaya kepada Tuhan Selamanya

Ditulis oleh Herwidya Estherline dalam moment of inspiration LPMI.

Firman Tuhan dalam Efesus 2: 1-10

“Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah, itu bukan hasil pekerjaanmu: jangan ada orang yang memegahkan diri.” (Efesus 2:8-9)

Dalam bukunya Rick Warren, menyebutkan kehidupan manusia digerakkan/dipicu oleh beberapa hal, yaitu: dikendalikan oleh rasa bersalah, dendam, kemarahan, rasa takut, materi, dan dikendalikan oleh pengakuan diri.

Bahkan setelah diselamatkan, kita masih bergumul dengan kedagingan dan cara dunia, sehingga sering memenuhi kebutuhan hati dengan motivasi yang salah.

Misalnya kita berbuat baik karena rasa bersalah, melayani sebagai “transaksi” supaya mendapat balasan tertentu dari Tuhan atau manusia, berkarya demi validasi, mengejar prestasi karena luka masa lalu dan ingin membuktikan diri, berpuasa atau melayani karena takut masa depan, takut ditolak, takut miskin, atau takut sendirian, dan lain sebagainya.

Secara lahiriah semua itu bisa terlihat baik. Namun Tuhan tidak hanya melihat apa yang kita lakukan, melainkan juga apa yang menggerakkan hati kita.

Lalu apa penggerak yang benar? Kasih Karunia Allah.

Paulus mengingatkan bahwa kita dahulu mati karena pelanggaran dan dosa, tetapi diselamatkan hanya karena kasih karunia Tuhan, bukan hasil usaha kita.

Karena itu, identitas kita tidak dibangun di atas performa, pencapaian, pelayanan, ataupun pengakuan manusia.

Kita ini buatan Allah, diciptakan dalam Kristus Yesus untuk melakukan pekerjaan baik, yang dipersiapkan Allah sebelumnya. Ia mau, supaya kita hidup di dalamnya.

Kita diminta hidup bukan untuk memenuhi keinginan kita lagi, namun keinginan dan agenda Allah.

Ya, kadang motivasi kita campur. Bahkan dalam pelayanan yang paling kudus, diri sendiri masih saja bisa mencari tempat. Jika tidak ada pujian, pengakuan, atau keuntungan yang diterima, apakah kita tetap mau melakukan hal yang sama di hadapan Tuhan?

Kiranya kasih karunia Tuhan terus memurnikan motivasi hati kita.

Inspirasi: Diri sendiri dapat menyusup bahkan ke dalam pelayanan paling kudus yang kita lakukan. Richard Baxter

Contact to : xlf550402@gmail.com


Privacy Agreement

Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.