TRIBUNMANADO.CO.ID - Sejumlah sekolah di Manado berjuang mencari murid baru. 

Salah satunya SMK Negeri 10 Manado di Jalan Pameran Kayuwatu, Kelurahan Kairagi Dua, Kecamatan Mapanget, kota Manado, provinsi Sulawesi Utara (Sulut). 

Hingga Kamis (18/6/2026), jumlah siswa mendaftar baru 7 orang. 

Diketahui SMK Negeri 10 Manado dulunya bernama SMK Pariwisata. 

Baca juga: Jadwal Kapal Hari Ini Kamis 8 Juni 2026, 7 Kapal Berangkat dari Pelabuhan Manado

SMK Pariwisata dibangun pada 2020 dengan anggaran mencapai 3 M yang bersumber dari APBN. 

SMK ini berdiri di tengah "invasi" turis ke Sulut yang memicu kebutuhan tinggi terhadap tenaga pariwisata profesional.

SMK ini lantas berubah jadi SMK Negeri 10 Manado pada tahun lalu. 

Tribunmanado.com sambangi sekolah tersebut pada Kamis (18/6/2026) siang. 

Sekolah saat itu sepi. 

Hanya ada dua buah kendaraan sepeda motor yang parkir depan bangunan yang berada di utara sekolah. 

Ada tiga bangunan lagi yang memenuhi lahan sekolah tersebut. 

Semua bangunan berwarna sama, putih dengan garis merah pada sejumlah sisinya. 

Sekretariat pendaftaran ada pada sebuah kelas ruangan tengah yang berhadapan dengan lapangan. 

Kaca jendela kelas ditempeli aneka pengumuman terkait penerimaan mahasiswa baru. 

Sekolah tersebut berjarak sekira 4 kilometer dari Bandara Sam Ratulangi dan sekira 8 meter dari kantor Dinas Pendidikan Sulut. 

"Di luar juga kami pasang balihonya," kata Ketua Panitia Leonardo Turangan. 

Turangan adalah pria ramah yang selalu tersenyum. 

Ciri ini sesuai dengan kameja berwarna kuning cerah yang ia kenakan. 

Kebetulan pula cuaca kala itu cerah. 

Tunangan menuturkan, jumlah siswa yang mendaftar baru tujuh orang. 

Tapi pihaknya enggan menyerah. 

"Kami terus berupaya," katanya. 

Ungkap dia, pihaknya telah melakukan sosialisasi yang gencar dengan mendatangi SMP SMP. 

Cara lainnya adalah dengan membantu siswa mendaftar secara online. "Jika ada yang bingung, atau tak ada kuota, boleh datang di sini, ada operator yang siap membantu," katanya.

Informasi yang dihimpun Tribun manado, sepinya SMK tersebut sejak masih menyandang nama SMK Pariwisata. 

Salah satu penyebab sepinya siswa disana adalah lokasi serta banyaknya SMK di wilayah tersebut. 

Dikatakannya, peluang di sekolah itu tak sebanding dengan minat siswa pencari sekolah. 

Sebut dia, sekolah itu berkualitas sertapunya fasilitas lengkap. 

"Kami punya mini hotel, juga dapur dan laundry," kata dia. 

Guru mata pelajaran juga lengkap. Semua sudah sertifikasi. 

Soal peluang kerja, kata dia, sejumlah lulusan bahkan sudah ditawari kerja saat magang. 

"Banyak yang kerja setelah lulus, kami telah melakukan kerjasama dengan sejumlah hotel di kota Manado," ujar dia. 

Sebut dia, sekolah itu punya empat jurusan. Yakni perhotelan, kuliner, usaha layanan wisata serta desain komunikasi visual. 

Dalam waktu dekat akan berdiri jurusan otomotif. 

Ia berharap waktu pendaftaran bisa diperpanjang agar sekolah tersebut bisa menjaring lebih banyak siswa. 

"Masa pendaftarannya 2 hingga 24 Juni 2026," katanya. (Art) 

Contact to : xlf550402@gmail.com


Privacy Agreement

Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.