SURYA.co.id, SITUBONDO – Kabar meninggalnya Murtafia Rafika Dewi (34) membawa duka mendalam bagi keluarga, sahabat, dan rekan kerjanya di RSU Besuki, Kabupaten Situbondo.

Bidan yang dikenal ramah dan berdedikasi tersebut ditemukan meninggal dunia di saluran drainase Desa Kalianget, Kecamatan Banyuglugur, Situbondo.

Kepergian Murtafia meninggalkan kesedihan mendalam, terutama bagi rekan-rekan tenaga kesehatan yang selama ini bekerja bersamanya.

Banyak yang mengenang korban sebagai sosok yang santun, mudah bergaul, dan selalu menunjukkan sikap baik kepada siapa pun.

Jenazah Murtafia dievakuasi menuju RSUD dr Abdoer Rahem Situbondo menggunakan ambulans RSU Besuki setelah Tim Inafis Polres Situbondo melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di lokasi penemuan.

Suasana haru terlihat di ruang jenazah rumah sakit. Sejumlah rekan kerja datang untuk memberikan penghormatan terakhir kepada bidan yang selama ini dikenal dekat dengan lingkungan kerjanya.

Dikenal Sebagai Pribadi Baik dan Santun

DIKENAL BAIK -  Rekan kerja korban usai melihat kondisi korban di ruang jenazah RSU Abdoer Rachem Situbondo.
DIKENAL BAIK - Rekan kerja korban usai melihat kondisi korban di ruang jenazah RSU Abdoer Rachem Situbondo. (Surya.co.id/Izi Hartono)

Salah satu rekan kerja korban, Sulis, mengaku sangat kehilangan sosok Murtafia. Meski tidak terlalu lama mengenalnya, ia menilai korban merupakan pribadi yang baik dan mudah diterima oleh siapa saja.

"Pokoknya orang baik baik sekali," ujarnya saat menunggu di ruang jenazah RSUD dr Abdoer Rahem Situbondo, Minggu (7/6/2026) malam.

Menurut Sulis, Murtafia memiliki kebiasaan menyapa rekan kerja dengan sopan dan selalu menjaga tutur kata saat berinteraksi.

"Kata teman teman seperti berbahasa jawa alus," katanya.

Kesaksian serupa juga disampaikan sejumlah rekan kerja lainnya.

Mereka mengenang Murtafia sebagai tenaga kesehatan yang memiliki dedikasi tinggi dalam bekerja serta menjalin hubungan baik dengan sesama pegawai maupun pasien.

Baca juga: Sosok Murtafia, Bidan Korban Pembunuhan di Situbondo yang Dikenal Sangat Baik Dan Sopan

Tetap Bertugas Sebelum Dinyatakan Hilang

Direktur RSU Besuki, dr Imam Haryono, membenarkan bahwa Murtafia merupakan salah satu bidan yang aktif bertugas di rumah sakit tersebut.

"Saya dapat informasi itu tadi sekitar pukul 18.00 WIB. Berdasarkan laporan, korban masih menjalankan tugasnya sebagai bidan di rumah sakit pada Jumat (5/6/2026) malam," jelas dr Imam.

Informasi tersebut menunjukkan bahwa korban masih menjalankan aktivitas profesionalnya seperti biasa sebelum akhirnya ditemukan meninggal dunia.

Kronologi Penemuan Jenazah Murtafia

Sebelumnya, Murtafia Rafika Dewi ditemukan meninggal dunia di dalam saluran drainase di Desa Kalianget, Kecamatan Banyuglugur, Sabtu (6/6/2026) malam.

Korban ditemukan dalam kondisi tertutup potongan pohon di dalam selokan yang berada di pinggir Jalan Raya Pantura Situbondo.

Penemuan jasad perempuan berusia 34 tahun itu sempat menggegerkan warga karena lokasi berada di kawasan yang ramai dilalui kendaraan.

Kapolsek Banyuglugur, AKP Teguh Santoso, membenarkan penemuan jenazah tersebut.

Polisi menemukan lokasi korban setelah menerima informasi terkait pengakuan seorang pria yang menyerahkan diri dan mengaku telah membunuh istrinya.

"Setelah kami telusuri berdasarkan keterangan pelaku yang menyerahkan diri ke Polda Jatim usai membunuh istrinya, ternyata memang ditemukan mayat korban di lokasi tersebut," ujar AKP Teguh Santoso.

Kasus Masih Didalami Kepolisian

Berdasarkan informasi yang dihimpun, Murtafia diduga menjadi korban pembunuhan yang dilakukan oleh suaminya sendiri.

Dugaan sementara, peristiwa tersebut dipicu persoalan cemburu.

Meski demikian, hingga saat ini aparat kepolisian masih melakukan penyelidikan dan pendalaman untuk mengungkap secara utuh motif maupun kronologi kejadian.

Pelaku diketahui telah menyerahkan diri dan kini menjalani proses hukum sesuai ketentuan yang berlaku.

Meninggalnya Murtafia Rafika Dewi tidak hanya menjadi perhatian karena dugaan tindak pidana yang menyertainya, tetapi juga karena sosoknya yang dikenal positif di lingkungan kerja.

Kesaksian rekan-rekan kerja menggambarkan Murtafia sebagai tenaga kesehatan yang menjunjung etika, kesopanan, dan profesionalisme dalam menjalankan tugas.

Peristiwa ini juga menjadi pengingat bahwa di balik profesi tenaga kesehatan terdapat individu yang setiap hari melayani masyarakat dan memiliki peran penting dalam kehidupan banyak orang.

Sementara proses hukum terus berjalan, keluarga, sahabat, dan rekan kerja kini mengenang Murtafia sebagai sosok bidan yang meninggalkan kesan baik selama hidupnya.

Contact to : xlf550402@gmail.com


Privacy Agreement

Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.