Pertanyaan:
“Dokter, kapan anak demam perlu dibawa ke rumah sakit atau perlu dibawa ke dokter anak?”
(Jurnalis TribunHealth.com dalam Healthy Talk “Panik Saat Anak Demam? Yuk, Belajar Menanganinya dengan Benar” yang tayang di YouTube pada Senin, 23 Maret 2026)
Jawaban Dokter Spesialis Anak RS Kasih Ibu Solo, dr. Raisa Amini, Sp.A:
“Mungkin yang masih sering saya dengar adalah kalau misalnya anak demam, biasanya mau pintar, gitu ya.
Jadi papa, mama, terutama uti, akung, ya.
Jadi kalau misalnya anak demam dengan anak mau pintar, itu tidak ada kaitannya, gitu ya.
Jadi mungkin bisa diberikan pengertian kepada uti-akungnya.
Jadi kalau misalnya anak demam, ya tetap harus diobservasi secara menyeluruh.
Bukan berarti karena dia mau pintar, jadinya anaknya jadi tidak diobservasi.”
Baca juga: Anak Demam Apakah Perlu Istirahat Total atau Boleh Beraktivitas?
Simak penjelasan lengkapnya di sini:
Demam pada anak didefinisikan sebagai peningkatan suhu tubuh di atas atau sama dengan 38 derajat Celcius.
Penting dipahami bahwa demam bukanlah penyakit, melainkan gejala dari suatu penyakit, yang paling sering disebabkan oleh infeksi virus, bakteri, parasit, atau jamur.
Pengukuran suhu sebaiknya menggunakan termometer (ketiak, infrared dahi atau telinga), tidak dianjurkan hanya dengan perabaan tangan karena tidak akurat.
Langkah pertama saat anak demam di rumah:
Tanda bahaya yang memerlukan segera ke rumah sakit:
Saat kejang, orang tua harus tetap tenang, posisikan anak miring di tempat aman, longgarkan pakaian, catat durasi dan rekam jika memungkinkan.
Selain itu, jangan memasukkan apapun ke mulut atau menahan gerakan anak.
(TribunHealth.com)
Contact to : xlf550402@gmail.com
Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.