TRIBUNPADANG.COM, PADANG - Legenda sepak bola Indonesia Suhatman Imam dipanggil kembali oleh manajemen Semen Padang FC untuk kembali bergabung menjadi Penasihat Teknis mencuat ke publik.
Menanggapi itu, Suhatman mengaku isu tersebut sudah sampai kepadanya, hanya saja baru dari Pelatih Kepala Semen Padang FC yang baru ditunjuk, Nil Maizar.
"Ada sebatas di Youtube, Nil Maizar juga sudah menelepon saya, tapi dari manajemen Semen Padang belum," kata dia memberikan keterangan, Rabu (3/6/2026).
Suhatman menyebut, apabila pihak manajemen tim berjulukan Kabau Sirah itu kembali memintanya bergabung, harus memenuhi hak dan kewajibannya.
Selain itu, Suhatman juga menginginkan kejelasan mengenai kinerja dirinya saat diminta bekerja nantinya.
Baca juga: Dua Rumah Hangus Terbakar di Koto Panjang Padang, Kerugian Ditaksir Rp800 Juta
"Harus jelas kerjanya seperti apa, antara pelatih, saya dan manajemen. Kalau tidak jelas, saya tidak mau," sebutnya.
Ia tidak ingin saat bergabung nantinya, hanya menjadi penonton atau tidak jelas kinerja yang akan dilakukan.
Di sisi lain, Suhatman menuturkan masalah krusial Semen Padang FC yang tidak berlaga di kandang atau Gor Haji Agus Salim (GHAS).
Sebab, stadion sedang dilakukan renovasi. Untuk itu kata dia, permasalahan ini perlu dibicarakan kembali.
"Karena saya harus kontrol penyakit diabetes setiap bulan, istri saya harus selalu mendampingi, kalau di Jawa, bagaimana caranya. Tapi kalau jelas administrasinya, saya ikut," terangnya.
Suhatman juga menginginkan kinerja yang baik antara pelatih dan pemain nantinya. Sebab jika tidak terjadi keseimbangan, ia takut namanya menjadi jelek.
"Kalau pemainnya tidak bagus, nanti nama saya jelek, saya tidak mau. Intinya, saya ingin bermanfaat saat bergabung, makanya harus jelas semuanya," tambahnya.
Baca juga: Suhatman Imam Minta Semen Padang Gerak Cepat Berburu Pemain, Sarankan yang Pernah Main di Liga 1
Ia menilai upaya transfer pemain harus segera dilakukan, jika ingin mendapatkan talenta yang bagus.
Suhatman juga mengkhawatirkan, apabila tim berjulukan Kabau Sirah lambat mengambil tindakan, tentu hanya akan mendapatkan sisa-sisa pemain dari klub lain.
"Harus dimulai dari sekarang untuk mencari pemain lokal dan asing, takutnya terlambat hanya tinggal sisa-sisa, sudah diambil orang," kata pria berumur 71 tahun itu di kediamannya, Parak Karakah, Kota Padang, Rabu (3/6/2026).
Tak hanya itu, keterlambatan dalam merekrut pemain bakal berdampak juga terhadap pembentukan tim oleh pelatih.
Sebab kata dia, tim yang bagus ditentukan oleh kualitas pemain. Apabila pemain tidak mempuni, pelatih akan kesulitan mengembangkan sistem, program, taktik hingga skill.
"Artinya tim bagus berdasarkan kualitas pemain, makanya harus cepat dicari, agar pelatih bisa membentuk tim," ujarnya.
Suhatman menyarankan Semen Padang FC mencari pemain lokal yang pernah berlaga di Liga 1.
Meski klub pemain yang dicari degradasi, ia tidak mempermasalahkan, karena kualitas dilihat dari potensi ataupun talenta.
Baca juga: Nil Maizar Jadi Juru Taktik Baru Semen Padang, Suhatman Imam: Dia Sudah Kenyang Pengalaman
"Tidak apa-apa, cari yang pernah di Liga 1, walau klubnya degradasi tidak masalah," sebutnya.
Sementara untuk pemain asing, ia juga meminta Kabau Sirah mencari yang memang berkualitas dan pernah bermain juga di Liga 1 namun berpotensi saat di Liga 2 nanti.
"Cari juga striker dari pemain asing yang produktif. Tapi masalahnya, apa mereka mau main di Liga 2," tambahnya.(*)
Contact to : xlf550402@gmail.com
Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.