Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung - Bripda Riski Rahmatullah Solihin tak memikirkan handphone, sepatu, maupun seragamnya bakal basah kuyup, saat melihat rambut kecil balita yang nyaris tenggelam di rawa Muara Way Tuwuk, Pesisir Barat.
Di tengah kepanikan warga yang berteriak minta tolong, polisi muda itu spontan melempar ponselnya dan menceburkan diri demi menyelamatkan nyawa Elfano, bocah laki-laki berusia 2,5 tahun, yang hampir hilang di kedalaman rawa.
Aksi penyelamatan itu terjadi di Perairan Muara Way Tuwuk, Kelurahan Pasar Krui, Kecamatan Pesisir Tengah, Kabupaten Pesisir Barat, Rabu (20/5/2026) sekitar pukul 09.00 WIB.
Dua anggota Satlantas Polres Pesisir Barat, yakni Riski Rahmatullah Solihin dan Senja Pramudya menjadi sosok yang menyelamatkan balita tersebut dari maut.
Saat dihubungi, Bripda Riski menceritakan, ia bersama rekannya baru selesai mengikuti upacara di lingkungan Pemkab Pesisir Barat.
Baca juga: Kronologi Balita Tewas Tenggelam di Kolam Renang Hotel, Korban Sempat Pindah Kolam
Keduanya kemudian mencari sarapan di warung makan dekat lokasi kejadian.
“Pada saat kejadian itu kemarin saya dengan rekan saya Briptu Senja Pramudya lagi di Pemkab Pesisir Barat selesai upacara,” kata Riski, Kamis (21/5/2026).
Namun, suasana santai itu mendadak berubah penuh kepanikan, ketika terdengar suara warga berteriak meminta pertolongan.
Riski langsung berlari menuju sumber keramaian dan mendapat informasi ada seorang balita tenggelam di rawa.
“Awalnya saya tak melihat keberadaan anak kecil tersebut, tapi saya perhatikan dengan saksama dan alhamdulillah akhirnya kelihatan rambutnya,” ujarnya.
Tanpa berpikir panjang, Riski langsung melempar handphone miliknya lalu menceburkan diri ke rawa dengan kedalaman sekitar tiga meter.
Ia berenang menuju tubuh kecil Elfano dan segera merangkul korban untuk dibawa ke daratan.
“Saya masuk ke rawa dengan kondisi handphone saya lempar, tapi dompet hingga baju, sepatu hingga celana semuanya basah,” katanya.
Di tepi rawa, Briptu Senja Pramudya membantu mengangkat tubuh balita tersebut.
Riski kemudian berusaha mengeluarkan air yang tertelan korban dengan membalik posisi tubuh balita itu.
“Air dalam perut bayi tersebut keluar semua, jadi air yang keluar itu dari mulut korban dari air yang ditelan korban,” tutur Riski.
Tak lama kemudian warga mulai ramai berdatangan dan memanggil orang tua korban.
Balita tersebut lalu dibawa ke Puskesmas Krui untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut.
Korban diketahui merupakan warga Kelurahan Pasar Krui dan saat kejadian datang ke lokasi bersama kakaknya.
Riski mengaku tidak mengetahui pasti bagaimana balita itu bisa terjatuh ke rawa.
Namun, ia menduga rasa ingin tahu korban yang tinggi, membuat bocah tersebut mendekati area perairan tanpa pengawasan.
“Saya tak tahu persis kenapa anak itu bisa tenggelam, tapi kayaknya anak itu rasa keingintahuannya cukup tinggi,” katanya.
Aksi cepat Bripda Riski dan Briptu Senja itu pun mendapat apresiasi warga karena berhasil menyelamatkan nyawa seorang balita yang nyaris tenggelam.
(Tribunlampung.co.id/Bayu Saputra)
Contact to : xlf550402@gmail.com
Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.