TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Madura United harus pulang tanpa poin setelah takluk 1-2 dari PSIM Yogyakarta pada pekan ke-33 BRI Super League 2025/2026 di Stadion Sultan Agung, Minggu (17/5/2026).
Pelatih caretaker Madura United, Rakhmad Basuki, menyoroti keputusan tambahan waktu di babak kedua yang dinilai terlalu singkat.
Menurutnya, laga sempat banyak terhenti sehingga tambahan waktu empat menit terasa kurang ideal.
“Saya cuma mengkritisi bagaimana tambahan waktu itu hanya 4 menit di babak kedua, padahal di situ banyak sekali kejadian,” ujar Rakhmad Basuki usai pertandingan.
Pada pertandingan tersebut, Madura United sempat mendapat keuntungan jumlah pemain setelah gelandang PSIM Yogyakarta, Donny Warmerdam, menerima kartu merah pada menit ke-86.
Namun kondisi itu tak cukup untuk menyelamatkan tim dari kekalahan.
Meski kecewa dengan hasil akhir dan tambahan waktu yang diberikan wasit, Rakhmad tetap bersyukur skuadnya terhindar dari cedera maupun hukuman akumulasi kartu menjelang laga hidup mati lawan PSM Makassar pekan depan.
“Tapi terlebih dari itu, saya juga sangat bersyukur karena pemain kami juga tidak ada yang cedera, tidak ada yang terkena akumulasi, karena yang jelas di pertandingan terakhir kami membutuhkan semua pemain yang ada di Madura United,” katanya.
PSIM Yogyakarta tampil agresif sejak awal pertandingan.
Dua gol tuan rumah dicetak oleh Ezequiel Vidal pada menit ke-17 dan M Iqbal lewat gol salto spektakuler di menit ke-33.
Sementara Madura United hanya mampu memperkecil ketertinggalan melalui gol Junior Brandao pada menit ke-61.
Baca juga: PSIM Yogyakarta Bungkam Madura United di Laga Kandang Terakhir, Van Gastel: Kami Layak Menang
Rakhmad menilai pertandingan berlangsung dengan intensitas tinggi.
Ia juga memberikan apresiasi kepada para pemain Madura United yang terus berjuang hingga peluit panjang dibunyikan.
“Pertandingan yang luar biasa menurut saya. Intensitasnya juga sangat tinggi. Kami juga memberikan selamat kepada PSIM karena mereka mengamankan tiga poin. Tapi saya juga harus memberikan apresiasi yang sangat tinggi terhadap pemain kami yang tidak berhenti berjuang sampai menit terakhir berbunyi,” ucapnya.
Ia mengakui PSIM tampil dominan pada babak pertama hingga membuat Madura United kesulitan keluar dari tekanan.
Namun selepas jeda, timnya mulai bermain lebih berani dan mampu memberi perlawanan.
“Yang jelas, PSIM di babak pertama mampu mengurung kami. Kita tidak bisa keluar dari tekanan. Mereka bermain sangat luar biasa. Tapi selepas babak pertama, setelah istirahat, kami mencoba untuk bermain lebih lepas lagi, bermain lebih berani untuk melakukan penyerangan, dan itu berhasil,” jelasnya.
Rakhmad juga tetap memberikan apresiasi kepada perangkat pertandingan dan menilai kepemimpinan wasit berjalan fair sepanjang laga.
“Saya pikir wasit juga bekerja dengan baik. Saya harus akui bahwa semua keputusannya juga kita akui sangat fair,” tutupnya. (*)
Contact to : xlf550402@gmail.com
Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.