Laporan Wartawan Tribunjabar.id, Adi Ramadhan Pratama

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Ujang Taruna (45), menceritakan awal mula dirinya mengetahui ada seorang mahasiswa ITB bernama Arief Wibisono (25) yang dilaporkan hilang saat mendaki Gunung Puntang.

Sebagai pengelola di Base Camp Pasir Kuda, Desa Mekarjaya, Kecamatan Arjasari, Kabupaten Bandung, Ujang membenarkan bahwa Arief dan dua rekannya berangkat ke gunung menggunakan jalur base camp-nya.

Berdasarkan keterangannya, ketiga orang itu mendaki dari Base Camp Pasir Kuda pada pagi hari, Sabtu (9/5/2026). Mereka datang dengan menggunakan sepeda motor, dan memarkirkan kendaraannya di base camp.

"Kurang lebih jam 07.00 WIB. Kebetulan, saya waktu itu tidak ada di base camp," ujarnya kepada Tribun Jabar saat ditemui di Base Camp Pasir Kuda pada Jumat (15/5/2026).

Setelah keberangkat itu, kata Ujang, dua rekan dari Arief kemudian turun kembali ke base camp sekitar pukul 17.00 WIB. Saat itu, mereka menanyakan keberadaan Arief yang berjalan lebih dahulu saat turun gunung.

"Mereka bertanya ke saya, kalau temennya yaitu Arief apakah sudah tiba atau belum. Di situ, saya jawab belum. Pas dicek, kalau motor temennya ada, di situ saya langsung kaget, ini pasti masih di atas," katanya.

Dengan keadaan terkejut dan panik, Ujang tidak banyak pikir dan memutuskan langsung naik ke jalur pendakian untuk mencari Arief. Selain kondisi sudah malam, pencahayaan di jalur tersebut sangat minim.

Dirinya mengatakan pada malam itu, pencariannya menyusuri sejumlah titik mulai dari Pos Empat, Puncak Gunung Pasir Kuda, hingga kawasan PGPI. Namun sayangnya pencarian belum membuahkan hasil.

"Saya susul ke atas, setelah ada kabar belum pulang. Saya susul sampai ke beberapa tempat, sampai saya pulang lagi ke base camp itu jam 11 malam. Tapi di situ posisinya belum ketemu," ucapnya.

Keesokan harinya, tepatnya pada Minggu (10/5/2026), Ujang kembali melanjutkan pencarian, bersama pihak terkait seperti Tim SAR Gabung. Di sana dirinya bahkan mencari ke sekitar Gunung Puntang.

"Saya berangkat lagi, subuh besoknya. Di situ saya sampai ke Puncak Mega (Gunung Puntang), lalu pulangnya saya ke Puncak Gunung Pasir Kuda lagi, sampai pulang ke base camp itu jam 10 malem," ujarnya.

Dan untuk keesokan harinya, pada Senin (11/5/2026), dirinya sudah kewalahan untuk melakukan pencarian. Namun beruntungnya, Arief berhasil ditemukan warga di Kampung Leuweng Mangun, Desa Mekarjaya.

"Di situ saya tepar. Tapi Alhamdulillah berhasil ditemukan. Alhamdulillah, dia sehat walaupun katanya lemas," katanya.

Contact to : xlf550402@gmail.com


Privacy Agreement

Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.