Laporan Wartawan Tribunjabar.id, Adi Ramadhan Pratama
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Pasca-insiden hilangnya mahasiswa ITB saat mendaki Gunung Puntang, jalur Base Camp Pasir Kuda, Desa Mekarjaya, Kecamatan Arjasari, Kabupaten Bandung, ditutup sementara.
Base Camp Pasir Kuda tersebut biasa digunakan oleh pendaki untuk menuju ke Puncak Gunung Pasir Kuda hingga ke Puncak Mega yang berada di Gunung Puntang, Kecamatan Cimaung.
Berdasarkan pantauan Tribun Jabar di lokasi, suasana base camp tampak sepi. Bangunan yang bisanya digunakan sebagai tempat pengecekan para pendaki sebelum berangkat, tampak tak berpenghuni.
Baca juga: Mahasiswa ITB yang Hilang di Gunung Puntang Ditemukan Tersesat 8 KM dari Jalur Awal Pasir Kuda
Terdapat sebuah tulisan di bangunan utama 'pendakian ditutup dulu'. Semua bangunan base camp tertutup rapat, bahkan ada para pendaki yang memutuskan kembali turun setelah mengetahui jalur pendakian ditutup.
Pengelola Base Camp Pasir Kuda, Ujang Taruna (45), mengatakan bahwa penutupan jalur pendakian tersebut dilakukan mulai Rabu (13/5/2026), atas rekomendasi pihak kepolisian setempat.
"Ditutup sementara, pascakejadian kemarin. Jadi base camp ini dievaluasi dulu. Kami juga tak menampik, kami banyak kesalahan. Jadi kami mengikuti keputusan itu," ujarnya kepada Tribun Jabar pda Jumat (15/5/2025).
Ujang melanjutkan, pihaknya masih belum tahu sampai kapan, jalur pendakian dari Base Camp Pasir Kuda akan kembali dibuka. Pasalnya, pihaknya akan membenahi terlebih dahulu administrasi dan lain halnya.
Sebelum ditutup, jalur pendakian melalui Base Camp Pasir Kuda cukup ramai digunakan pendaki. Di mana dalam sehari, terdapat sejumlah pendaki yang tiba di base camp, sebelum akhirnya mendaki gunung.
"Iya, sebelum ditutup itu, emang ramai. Ada beberapa pendakilah yang lewat sini. Pernah ada 10 motor ke sini. Jadi mereka parkir dulu base camp ini, baru meereka jalan ke atas, mendaki," katanya.
Pasalnya, kata Ujang, pendakian lewat Base Camp Pasir Kuda, relatif landai dan aman. Sedangkan untk kjadian seorang mahasiswa ITB yang hilang tersebut, peristiwa tersebut merupakan yang pertama kalinya.
"Base camp ini baru 2 tahun. Lalu kalau kata para pendaki yang ke sini, jalur ini relatif aman. Kejadian kemarin yang pertama, sbelumnya belum pernah ada kejadian kaya gini, kalau yang lewat jalur ini," ucapnya.
Baca juga: BREAKING NEWS Mahasiswa ITB yang Hilang di Gunung Puntang Ditemukan Selamat di Leweung Malang
Selain itu, waktu tempuh menuju puncak, khususnya Gunung Pasir Kuda relatif singkat, hanya sekitar 1-3 jam saja. Sedangkan untuk ke puncak Gunung Puntang yaitu Puncak Mega, bisa sampai 6-12 jam.
"Tapi itu balik lagi, tergantung orangnya. Rata-rata, kalau orangnya bugar dan berpengalaman bisa 6 jam pulang pergi ke Puncak Mega. Lalu ada juga yang ngecamp di sana, jadi tergantung orangnya," ujarnya.
Ujang menuturkan, sebelum para pendaki berangkat mendaki gunung, pihaknya selalu rutin melakukan pengecekan perbekalan dn mengingatkan agar tidak tidak memaksakan diri jika kondisi fisik tidak memungkinkan.
Tak sampai disitu, pihaknya juga selalu mengimbau agar para pendaki tidak mngabaikan kselamatan. Sebab menurutnya keselamatan saat mendaki merupakan prioritas utama setiap pendaki.
"Jangan merasa 'pang aing na'. Kami juga selalu menghimbau agar pendaki tidak ceroboh, atau seenaknya sampai tidak memperhatikan keselamatannya dan orang lain," katanya.
Ketiganya diketahui mendaki dari Base Camp Pasir Kuda menuju Puncak Mega sekitar pukul 07.30 WIB. Setelah sempat beristirahat di puncak, mereka turun kembali pada siang hari.
Namun saat perjalanan turun, Arief berjalan lebih dahulu dan terpisah dari dua rekannya. Hingga malam hari, korban tidak kunjung tiba di base camp sehingga dilakukan pencarian oleh rekan korban dan petugas.
Pada akhirnya korban ditemukan pada Senin (11/5/2026) di Kampung Leuweng Mangun, Desa Mekarjaya, dalam kondisi selamat sebelum dievakuasi ke RSUD Bedas Arjasari untuk menjalani pemeriksaan kesehatan.
Contact to : xlf550402@gmail.com
Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.