Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Eklesia Mei

POS-KUPANG.COM, KUPANG- Realisasi penerimaan kepabeanan dan cukai Provinsi NTT mencapai Rp 1,32 miliar hingga Maret 2026.

“Realisasi penerimaan kepabeanan dan cukai di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) hingga 31 Maret 2026 mencapai Rp1,32 miliar atau sebesar 41,07 persen dari target tahunan sebesar Rp 3,22 miliar,” kata Perwakilan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Bali Nusra, I Gde Senopati, Selasa (12/5/2026).

Senopati mengatakan, capaian tersebut menunjukkan penerimaan di sektor kepabeanan dan cukai masih berada pada jalur positif di triwulan pertama tahun 2026.

“Penerimaan Bea dan Cukai Provinsi NTT pada Maret 2026 tercatat sebesar Rp640,7 juta dengan capaian tahunan mencapai 41,07 persen,” ujar Senopati.

Baca juga: Kemenkeu Buka Suara Terkait Beredarnya Tanggal Pendaftaran CPNS Bea Cukai 2026,Ternyata Hoaks

Senopati menjelaskan, penerimaan tersebut berasal dari dua komponen utama yakni bea masuk dan cukai. Yang mana, untuk penerimaan bea masuk, hingga Maret 2026 tercatat sebesar Rp995,7 juta dari target Rp2,3 miliar atau mencapai 43,25 persen.

“Realisasi penerimaan bea masuk sampai Februari 2026 tumbuh Rp373,86 juta atau sekitar 60,12 persen secara year on year,” jelasnya.

Menurut Senopati, penerimaan bea masuk didominasi oleh impor komoditas berupa kopi, kopra, kemiri, dan semen dari Timor Leste, serta penerimaan insidental lainnya dari registrasi IMEI.

“Pada tahun 2026 juga tidak terdapat impor beras guna mendukung swasembada pangan,” sebut Senopati.

Sementara itu, kata Senopati, realisasi penerimaan cukai hingga Maret 2026 mencapai Rp327,8 juta dari target Rp920,43 juta atau sebesar 35,61 persen.

“Realisasi penerimaan cukai sampai Maret 2026 tumbuh Rp198,68 juta atau 153,84 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu,” katanya.

Senopati menyebut, sumber utama penerimaan cukai berasal dari cukai Minuman Mengandung Etil Alkohol (MMEA) di wilayah pengawasan Bea Cukai Kupang serta satu pabrik MMEA di wilayah pengawasan Bea Cukai Labuan Bajo.

“Kami optimistis penerimaan kepabeanan dan cukai di NTT akan terus meningkat seiring pertumbuhan aktivitas perdagangan dan pengawasan terhadap barang kena cukai di wilayah ini,” tutup Senopati. (mey)

Contact to : xlf550402@gmail.com


Privacy Agreement

Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.