TRIBUNPEKANBARU.COM, SIAK - Kasus dugaan penganiayaan yang menewaskan FA (6) di Kampung Kerinci Kiri, Kecamatan Kerinci Kanan, Kabupaten Siak, menyisakan duka mendalam bagi warga.
Jauh sebelum ia meninggal dunia, bocah laki-laki itu ternyata pernah kabur dari rumah dan menginap di rumah tetangga karena takut dimarahi ibu tirinya.
Penghulu Kampung Kerinci Kiri, Ali Kasim, mengungkapkan korban baru sekitar enam bulan tinggal bersama ayah kandung dan ibu tirinya di kampung tersebut.
Baca juga: Kronologi Dugaan Penganiayaan Bocah 6 Tahun oleh Ibu Tiri di Siak, Terungkap Saat Jenazah Dimandikan
Selama itu pula, FA disebut belum pernah dimasukkan ke taman kanak-kanak.
“Anak ini baru enam bulan tinggal di sini bersama bapaknya, ibu tirinya, dan saudara sambungnya, ternyata mendapat perlakuan yang kasar dan membuat kita sangat merasakan pilu,” kata Ali Kasim.
Menurut Ali, warga belakangan mulai mengetahui bahwa korban kerap mendapat perlakuan kasar saat ayah kandungnya pergi bekerja.
Ayah korban sendiri diketahui bekerja serabutan, mulai dari buruh sawit hingga tukang.
“Kalau bapaknya kerja, anak ini lebih banyak di rumah dengan ibu tirinya. Dari cerita warga, memang sering dimarahi,” ujarnya.
Salah satu kejadian yang paling membekas bagi warga, kata Ali, ialah ketika FA kabur dari rumah pada malam hari dan ditemukan berada di rumah tetangga.
Saat itu bocah tersebut enggan pulang karena takut dimarahi.
“Anak ini pernah lari malam-malam dan tidur di rumah tetangga. Waktu ditanya kenapa tidak mau pulang, katanya takut dimarahi,” ungkapnya.
Baca juga: Makam Bocah 6 Tahun Korban Dugaan Penganiayaan Ibu Tiri di Siak Dibongkar untuk Autopsi
Tetangga akhirnya membujuk korban untuk kembali ke rumah.
Namun, perlakuan kasar terhadap FA disebut tidak berhenti.
Hingga akhirnya bocah malang itu tak sanggup lagi menahan penganiayaan yang dialaminya.
Ali mengatakan, korban sempat kejang sebelum akhirnya meninggal dunia.
Saat dibawa ke fasilitas kesehatan, tubuh korban juga ditemukan penuh luka lebam.
“Warga sangat sedih. Kami pilu dengan kejadian ini, sedih sekali,” kata Ali.
Kasus ini menggemparkan masyarakat Kampung Kerinci Kiri karena dinilai sangat tragis dan belum pernah terjadi sebelumnya di daerah tersebut.
Warga berharap proses hukum berjalan tuntas agar pelaku mendapat hukuman setimpal.
Kasus penganiayaan terbongkar setelah korban meninggal dunia pada Kamis, 7 Mei 2026 malam.
Sini mulai terungkap saat pihak keluarga menemukan sejumlah luka memar di tubuh korban ketika hendak memandikan jenazah.
Luka terlihat di bagian kaki, rusuk, dan kepala sehingga memunculkan kecurigaan adanya tindak kekerasan.
Terungkap pelaku berinisial SAS (25) diduga melakukan kekerasan berulang terhadap korban FA selama tiga hari berturut-turut.
Mulai dari memukul menggunakan kayu hingga menghantam kepala korban dengan batu bata.
Kapolres Siak AKBP Sepuh Ade Irsyam Siregar melalui Kasat Reskrim Polres Siak, AKP Dr Raja Kosmos Parmulais mengatakan korban mengalami serangkaian kekerasan fisik sebelum akhirnya meninggal dunia pada Kamis, 7 Mei 2026 malam.
“Dari hasil penyelidikan sementara, korban diduga mengalami tindak kekerasan fisik secara berulang dalam kurun waktu tiga hari,” ujar AKP Raja Kosmos kepada Tribunpekanbaru.com, Senin (11/5/2026).
Peristiwa pertama terjadi pada Selasa, 5 Mei 2026.
Pelaku emosi karena korban terlalu lama bermain di rumah tetangga. Pelaku kemudian memukul bagian tulang kering korban menggunakan kayu bulat.
Kekerasan kembali terjadi pada Rabu, 6 Mei 2026. Pelaku marah setelah mendapati korban buang air di celana saat bangun tidur.
Karena korban tidak mengaku, pelaku kembali memukul punggung korban menggunakan kayu yang sama.
Puncak dugaan penganiayaan terjadi pada Kamis, 7 Mei 2026 siang. Sekitar pukul 12.00 WIB, pelaku diduga kesal lantaran korban menolak makan.
Sebuah batu bata yang berada di teras rumah dilempar ke arah kepala kiri korban. Setelah itu, tersangka kembali memukul kepala korban menggunakan batu bata saat korban berada di meja makan.
Tak lama berselang, korban ditemukan dalam kondisi kejang dan tidak sadarkan diri di dalam rumah. Korban sempat dibawa ke Puskesmas Sungai Kijang sebelum dirujuk ke RSUD Selasih.
Namun nyawa korban tidak tertolong dan dinyatakan meninggal dunia sekitar pukul 23.30 WIB.
(tribunpekanbaru.com/mayonal putra)
Contact to : xlf550402@gmail.com
Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.