Jakarta (ANTARA) - Raksasa teknologi, Nvidia, dikabarkan telah berinvestasi dalam beragam kesepakatan mengenai kecerdasan artifisial (artificial intelligence/AI) di awal tahun ini dan totalnya sudah senilai 40 miliar dolar AS (sekitar Rp696 triliun).
Dilaporkan TechCrunch, Minggu (10/5) waktu setempat, Nvidia melakukan investasi ekuitas dan memperkuat citra perusahaannya sebagai investor yang berfokus pada pengembangan ekosistem AI.
Kabar nilai investasi Nvidia ini pertama kali dilaporkan oleh CNBC yang juga mengungkap bahwa sebagian besar investasi itu dialokasikan untuk OpenAI.
Adapun nilai investasi Nvidia pada OpenAI mencapai 30 miliar dolar AS (sekitar Rp522 triliun).
Di samping perusahaan-perusaahan AI, Nvidia juga berinvestasi di bidang lain terbaru adalah kesepakatan berinvestasi hingga 3,2 miliar di perusahaan produsen kaca Corning dan hingga 2,1 miliar dolar AS di operator pusat data IREN.
Investasi Nvidia pada bidang AI tampaknya makin kuat di tahun ini. Hal ini melanjutkan langkah mereka di 2025 yang tercatat menciptakan 67 kesepakatan usaha terkait AI.
Untuk 2026, menurut data FactSet, perusahaan pimpinan Jensen Huang itu sudah berpartisipasi dalam sekitar dua lusin putaran investasi di startup swasta.
Fakta bahwa Nvidia telah berinvestasi pada beberapa pelanggannya sendiri sebenarnya menerima kritik berulang bahwa langkah tersebut dinilai menjadi kesepakatan sirkular yang memindahkan dana bolak-balik antara perusahaan yang sama.
Hal ini juga dinilai oleh Analis Wedbush Securities Matthew Bryson, yang mengatakan bahwa investasi Nvidia "tepatnya masuk ke dalam tema investasi sirkular".
Tetapi apabila skema ini berhasil, mereka dapat membantu perusahaan membangun kompetisi yang berkelanjutan.