BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Koperasi sebagai soko guru perekonomian Indonesia, demikian yang sering digaungkan di masa lalu. Ternyata hal itu benar adanya jika benar-benar dikelola secara baik.
Buktinya Koperasi Konsumen Syariah Arrahmah, Banjarmasin, berkembang pesat bahkan menjadi percontohan di nasional.
Saat Wakil Menteri Koperasi RI, Farida Farichah MSi berkunjung ke Koperasi Konsumen Syariah Arrahmah, Rabu (6/5/206), Wamen kaget dengan penjelasan pengurus koperasi yang berlokasi di Jalan Arjuna IV Nomor 20, Pemurus Dalam, Kecamatan Banjarmasin Selatan, Kota Banjarmasin tersebut.
"Ternyata tingkat kredit macet di koperasi ini sangat rendah, 0,6 persen. Ini suatu kinerja yang baik. Bahkan Sisa Hasil Usaha (SHU) yang dibagikan juga miliaran," ujar Farida.
Dikatakan Farida, dalam kunjungan bertema Sinergi Membangun Ekonomi Rakyat Berbasis Syariah itu, keberadaan koperasi itu baik, kalau operasionalnya amanah maka dapat mencegah masalah sosial berupa Pinjol dan Judol.
"Saat ini hanya rebahan saja dapat tawaran pinjaman online, tanpa agunan. Siapa tidak mau? Tapi itu menjadi fenomena gunung es yang membahayakan. Sebab bunganya saja lebih besar dari pinjaman," paparnya.
Kembali soal koperasi, saat ini tercatat di Kementerian Koperasi ada 139 ribu koperasi eksisting dan 83 ribu koperasi merah putih atau totalnya 220 ribu koperasi.
"Membangun koperasi itu sulit tapi menjaganya eksistensinya jauh lebih sulit. Banyak koperasi bermasalah khususnya simpan pinjam, punya anggota puluhan ribu dan aset puluhan miliar.
Adapun koperasi yang mengadakan RAT (Rapat Anggota Tahunan) hanya 30-40 persen. Makanya langkah kami lakukan agar koperasi bisa terus maju dan berkembang adalah setiap koperasi ada akreditasi publik dan akuntan publik," katanya.
Masyarakat juga perlu edukasi, mana koperasi dan mana non koperasi yang biasanya menawarkan simpanan dengan tawaran bunga tinggi.
Adapun di Koperasi Konsumen Syariah Arrahmah, ada pinjaman tanpa margin atau 0 persen.
Pinjaman ini kategori membantu anggota yang perlu uang Rp 1 juta hingga maksímal 10 juta.
Misal ada anggota mau beli mesin cuci, maka diakadkan degan koperasi dan barang itu dijual ke anggota dengan cicilan tanpa margin.
Pinjaman tersebut tanpa margin karena dia diambil dari dana sosial sehingga tidak mengganggu SHU. Tingkat pengembalian juga baik karena anggota sadar utang.
Ketua Koperasi Konsumen Syariah Arrahmah, Sutjipto, memaparkan, kunjungan ini atas rekomendasi Dinas Koperasi dan UKM Kalsel.
"Alhamdulillah, selama ini kami memberikan kontribusi yang cukup dalam hal memberikan pelatihan keuangan syariah dan menjadi mitra dinas koperasi," katanya.
Koperasi ini juga berperingkat triple A, operasional selalu sehat, juga setiap laporan keuangan diaudit kantor akuntan publik, bahkan sebanyak tujuh kali WTP (Wajar Tanpa Pengecualian) sejak 2019.
"Saat ini koperasi kami sudah masuk kategori perusahaan sebagaimana tercatat di dinas tenaga kerja. Prestasi kami antara lain tropi unggul dan masuk nominasi Paramakarya di Kementerian Tenaga Kerja," kata Sutjipto.
Paling penting, kata pria berjanggut putih ini, mengelola koperasi itu harus amanah, karenabanyak uang orang dan mesti da laporan keuangan. Juga dijaga keamanannya terutama kredit macet.
Koperasi yang beranggotakan 2.600 orang ini memang mengutamakan kepercayaan. Tak heran sekarang sudah ada lima kantor pelayanan dan akan bertambah satu lagi di Batulicin, Tanahbumbu.
"Kami juga ikutkan koperasi ini untuk dinilai dan mendapat sertifikasi 9001 tentang manajemen mutu internasional yang. Adapun untuk tingkat nasional kami melakukan berbagai kerjasama dengan Kementerian Koperasi RI termasuk penyaluran dana bergulir," katanya. (Banjarmasinpost.co.id/Salmah Saurin)
Contact to : xlf550402@gmail.com
Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.