TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri buka suara soal kemungkinan penetapan tersangka dalam peristiwa kecelakaan Kereta Api Argo Bromo Anggrek dan KRL Commuter Line di Stasiun Bekasi Timur.

Hal ini menyusul adanya dugaan kelalaian dari sopir Taksi Green SM yang terlibat dalam insiden tersebut.

Direktur Penegakan Hukum (Dirgakkum) Korlantas Polri Brigjen Faizal, menyampaikan proses hukum masih ditangani Polda Metro Jaya.

“Ya, nanti dari Ditlantas Polda Metro akan menyampaikan rilis terkait hasil pemeriksaan. Sekarang kan masih berproses,” katanya di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (30/4/2026).

Faizal menjelaskan, kemungkinan adanya tersangka akan diumumkan setelah seluruh rangkaian penyidikan rampung, termasuk proses pengumpulan keterangan dari berbagai pihak.

Baca juga: Korban Tragedi KRL Bekasi Timur Asal Wonogiri Tinggalkan Anak Balita

“Tadi kami menyampaikan bahwa baru selesai gelar perkara, jadi tahapan juga harus kita lakukan, termasuk nanti ada keterangan-keterangan dari para saksi ahli,” ujarnya.

Faizal menegaskan, meskipun indikasi kelalaian sopir mulai menguat, kepolisian tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian dalam menentukan tersangka dengan berlandaskan hasil penyidikan dan pendapat ahli.

Saat ini, kasus kecelakaan di perlintasan kereta Stasiun Bekasi Timur masih ditangani oleh Ditlantas Polda Metro Jaya.

Aparat terus mengumpulkan bukti serta keterangan guna memastikan penyebab pasti insiden tersebut.

“Sekarang masih tahap penyidikan (penyelidikan),” ucap Faizal.

Baca juga: Jangan Asal Bicara ke Korban Selamat KRL Bekasi Timur, Kata yang Salah Bisa Memperparah Luka Batin

Kecelakaan melibatkan kereta PLB 5568A (Commuter Line relasi Cikarang) dengan KA Argo Bromo Anggrek relasi Gambir–Surabaya Pasar Turi terjadi di KM 28+920 wilayah Stasiun Bekasi Timur, pada Senin (27/4/2026) malam.

Peristiwa bermula dari commuter line yang tertemper taksi listrik lalu ditabrak oleh rangkaian kereta jarak jauh di gerbong paling akhir.

Akibat tabrakan sejumlah korban perempuan berjatuhan dan dievakuasi oleh petugas gabungan dari berbagai unsur.

Proses investigasi terkait penyebab kecelakaan kereta saat ini masih dilakukan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT).

Dari insiden tersebut, belasan orang meninggal dunia dan puluhan lainnya mengalami luka-luka.

Contact to : xlf550402@gmail.com


Privacy Agreement

Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.