TRIBUNNEWS.COM, PANDEGLANG — Suasana riuh anak-anak yang tengah menikmati waktu istirahat mendadak berubah menjadi kepanikan di depan SDN Sukaratu 5, Kelurahan Sukasari, Kecamatan Majasari, Kabupaten Pandeglang, Banten, Kamis (30/4/2026) pagi. Tawa para siswa yang berburu jajanan di halaman sekolah seketika sirna, berganti jerit dan tangis setelah sebuah mobil tiba-tiba melaju dan menghantam mereka tanpa ampun. Dalam hitungan detik, momen sederhana itu berubah menjadi tragedi yang merenggut nyawa seorang siswa dan melukai sejumlah lainnya.

Baca juga: Tinjau Rumah Subsidi di Banten, Menteri PKP Tekankan Standar Kualitas Bangunan

Peristiwa kecelakaan tunggal tersebut terjadi sekitar pukul 09.00 WIB di Jalan Raya AMD Lintas Timur, tepat di depan sekolah. Tak hanya para siswa, seorang pedagang yang berada di lokasi juga ikut menjadi korban dalam insiden tersebut.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, satu orang siswa dilaporkan meninggal dunia. Sementara tujuh siswa lainnya serta seorang pedagang mengalami luka-luka dan langsung dilarikan ke RSUD Berkah Pandeglang untuk mendapatkan penanganan medis.

Dalam rekaman video yang beredar, terlihat kendaraan yang diduga menabrak para korban merupakan mobil berjenis Kijang Innova dengan nomor polisi A 1633 BF. Pengemudi mobil tersebut disebut-sebut adalah seorang Kepala Dinas di Kabupaten Pandeglang, Banten.

Seorang guru di SDN Sukaratu 5, Rika Novianti, menceritakan detik-detik mengerikan saat kejadian berlangsung. Ia menyebut para siswa saat itu tengah berada di luar kelas untuk membeli jajanan.

“Posisi lagi beli jajan, lalu mobil itu datang menggeruduk siswa dan pedagang yang ada di depan,” ujarnya.

Benturan keras membuat sejumlah siswa terpental. Bahkan, ada yang terseret, masuk ke kolong kendaraan, hingga tercebur ke selokan di sekitar lokasi.

“Ada yang kebawa, ada yang masuk kolong, ada juga yang masuk selokan,” katanya.

Suara benturan keras sontak membuat para guru berhamburan keluar kelas. Tanpa pikir panjang, mereka langsung berlari menuju lokasi kejadian untuk menolong para siswa yang terluka.

“Pas kami dengar benturan keras, guru-guru langsung berlarian ke depan. Bahkan ada guru yang menggotong siswa,” tuturnya.

Baca juga: Gugatan Tukang Ojek di Pandeglang Rp100 Miliar ke Gubernur Banten Dikabulkan, Ini Rinciannya

Seluruh korban kemudian dievakuasi dan dibawa ke RSUD Berkah Pandeglang. Menurut Rika, Bupati Pandeglang juga sempat datang untuk menjenguk para korban di rumah sakit.
Ia juga mengungkapkan bahwa pihak sekolah sebenarnya sudah berulang kali mengingatkan para pedagang kaki lima agar tidak berjualan di depan gerbang sekolah demi menghindari potensi bahaya.

“Sering kami tegur, bukan hanya satu dua kali. Tapi mereka tetap berjualan di situ,” ujarnya.
Sementara itu, pengemudi kendaraan dilaporkan telah diamankan oleh pihak kepolisian untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Contact to : xlf550402@gmail.com


Privacy Agreement

Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.