Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hilman Kamaludin

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Dinas Pendidikan Kota Bandung memastikan gaji ribuan guru honorer dari tingkat PAUD hingga SMP dan guru tutor yang sempat terlambat selama tiga bulan diupayakan akan cair pada 30 April 2026.

Berdasarkan data Dinas Pendidikan Kota Bandung, ada 3.144 guru honorer yang tidak bisa menerima gaji karena terganjal UU nomor 20 tahun 2023 tentang ASN dan SE Kementerian PAN-RB yang melarang pengalokasian anggaran bagi tenaga honorer selain PPPK.

Namun untuk menggaji mereka, Dinas Pendidikan Kota Bandung sudah melakukan kajian dan membuat regulasi berupa Peraturan Wali Kota (Perwal) serta Keputusan Wali Kota (Kepwal), bahkan Pemkot Bandung menyiapkan anggaran Rp 51 miliar dari APBD Kota Bandung tahun 2026.

Baca juga: Tugas Guru Honorer hanya Sampai 31 Desember 2026, Yudi: Siswa Tak Bisa Menunggu Hasil Seleksi ASN

"Mudah-mudahan dimaksimalkan besok hari Kamis bisa cair. Kita lagi berupaya ini sekarang dengan BKAD dan juga dengan BJB," ujar Kepala Dinas Pendidikan Kota Bandung, Asep Saeful Gufron saat dihubungi, Rabu (29/4/2026).

Asep mengatakan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan pihak BJB untuk melakukan verifikasi dan validasi terhadap rekening guru honorer tersebut karena sistem pembayarannya tidak manual, tapi akan langsung masuk ke rekeningnya masing-masing.

"Itu dipastikan tidak ada potongan oleh siapapun, tidak boleh. Jadi kami Disdik sedang berupaya untuk mengawal pencairan pada tanggal 30 untuk memastikan tidak ada potongan sepeserpun," katanya.

Nantinya guru honorer SD, SMP, dan guru tutor akan mendapat gaji yang dirapel dari Januari sekitar Rp 3,2 juta per bulan, sedangkan guru PAUD yang awalnya hanya Rp 500 ribu, kini naik menjadi Rp 1 juta per bulan.

"Guru SD dan SMP dapat Rp 2 juta, tapi kan dia dapat juga TPG tunjangan profesi guru, itu mah sudah cair. Jadi kalau ditotalkan hampir Rp 3 juta lebih," ucap Asep.

Asep mengatakan, hingga saat ini BJB sedang berusaha keras melakukan verifikasi dan validasi rekening guru honorer tersebut. Sehingga jika rekeningnya tidak aktif akan diminta untuk segera diaktifkan kembali.

Baca juga: Dedi Mulyadi Sudah WA Menpan-RB, Minta Kejelasan Pencairan Gaji 3.823 Guru dan Honorer

"Pengaktifannya tergantung gurunya, mudah-mudahan cepat. Tapi informasi kemarin tinggal 4 orang lagi. Kita terus pantau ke BJB sekarang tinggal satu guru PAUD yang rekeningnya gak aktif, kita terus hubungi supaya berkomunikasi dengan BJB biar clear semua," katanya.

 

Contact to : xlf550402@gmail.com


Privacy Agreement

Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.