TRIBUNNEWS.COM - Kelakuan Debt Collector (DC) yang meresahkan masyarakat kembali terulang.
Terbaru, seorang DC bernama Bonefentura Soa alias Fenan alias Bone nekat melakukan prank ke petugas Damkar Kota Semarang, Jawa Tengah.
Ia mengirim pesan pura-pura membutuh bantuan karena tempat usahanya terbakar.
Bone kemudian mengirimkan alamat di kawasan Ngemplak Simongan, Semarang Barat.
Belakangan terungkap, laporan tersebut palsu.
Bone sengaja melakukan prank untuk menagih utang.
Kejadian tersebut pada akhirnya menuai kecaman karena Bone dinilai tidak bertanggung jawab.
Bahkan, ia dilaporkan ke Polrestabes Semarang.
Pada Sabtu (25/4/2026), Bone mendatangi kantor Damkar Semarang untuk meminta maaf secara langsung.
Ia diterima oleh Sekretaris Damkar Kota Semarang Ade Bhakti Ariawan beserta jajarannya.
Bone dalam kesempatannya mengakui apa yang dilakukannya adalah kesalahan.
Oleh karenanya, maksud kedatangan ke Kantor Damkar Semarang sebagai bentuk pertanggungjawaban.
Baca juga: Sosok Debt Collector yang Prank Damkar Semarang, Ngaku di Surabaya tapi Terdeteksi di Sleman
"Sebelumnya saya mohon maaf yang sebesar-besarnya kepada tim Damkar Semarang, lebih khususnya kepada masyarakat semua," kata Bone dikutip dari akun Instagram pribadi Ade Bhakti, Minggu (26/4/2026).
Ia juga mengaku siap mendapatkan konsekuensi buntut aksi prank.
Terkait laporan palsu, Bone mengakui hal tersebut adalah inisiatifnya sendiri.
Bukan arahan dari perusahaan yang mempekerjakan sebagai DC.
Diketahui, Bone bekerja di PT TIN yang berkantor di Jogja.
Sementara itu, perwakilan PT GAD yang bekerja sama dengan PT TIN akan mengambil langkah tegas.
Perusahan tidak ragu-ragu untuk memecat Bone.
"Kita akan mem-punish (menghukum) Mas Fenan (Bone) kita pasti akan kita keluarkan," tegas perwakilan tersebut.
Momen pertemuan tersebut turut diwarnai saat Bone disuruh menjadi petugas damkar dadakan.
Ia memakai baju tahan panas yang bisa memiliki berat hingga 4,8 kg.
Selain itu, Bone menggendong tabung oksigen.
Puncaknya dia diminta mengoperasikan selang damkar yang memiliki tekanan besar.
Sehingga perlu beberapa orang untuk membantunya.
Baca juga: Pengakuan Debt Collector Pinjol setelah Prank Damkar Semarang, Terancam Pasal Berlapis
"Berat nggak? Susahkan jadi damkar. Makanya (jangan ng-prank)," kata Ade kepada Bone.
Bone mengakui menjadi petugas dampar tidak segampang dibayangkan.
Mereka harus membawa peralatan berat serta bertaruh nyawa saat bertugas.
"Berat, sulit pekerjaannya," tegasnya.
Terakhir, Bone berpesan kepada rekannya sesama DC untuk menjalankan SOP dan aturan perusahaan saat menagih utang.
Tidak perlu juga merugikan instansi-instansi lainnya.
(Tribunnews.com/Endra)
Contact to : xlf550402@gmail.com
Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.