TRIBUNPAPUABARAT.COM, FAKFAK – Pelaku usaha rumah makan dan warung Padang di Kabupaten Fakfak mulai menyikapi kenaikan harga LPG non-subsidi secara nasional yang berdampak hingga ke daerah..

Daud, salah seorang pemilik warung makan di Jalan Dr. Salasa Namudat, Fakfak, mengaku belum sepenuhnya mengetahui detail kenaikan harga LPG.

“Iya dengar-dengar begitu, tapi saya belum beli gas lagi, masih ada stok,” ujarnya saat ditemui TribunPapuaBarat.com, Kamis (23/4/2026).

Menurutnya, sebagai pedagang ia harus menghitung ulang biaya operasional sebelum menentukan harga makanan yang dijual.

Baca juga: Di Fakak Harga Bright Gas LPG Naik Signifikan Imbas Penyesuaian BBM Non-Subsidi

“Yah mesti ada hitung-hitungannya. Kalau tidak, ya kita cari alternatif lain supaya jangan langsung menaikkan harga makanan,” tuturnya.

Namun, Daud tidak menutup kemungkinan jika kondisi terus memburuk dan harga LPG tetap tinggi, usaha warung makan bisa terpaksa ditutup.

“Semoga ke depan situasi semakin baik agar kita yang jualan ini juga enak,” ungkapnya.

Meski demikian, ia bersyukur daya beli masyarakat masih cukup tinggi.

Lokasi usahanya yang berada di tepi jalan membuat warungnya tetap ramai dikunjungi.

“Setiap hari pasti ada saja yang mampir makan, baik orang kantoran maupun warga sekitar,” katanya.

Contact to : xlf550402@gmail.com


Privacy Agreement

Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.