TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Calon mahasiswa baru telah menerima hasil Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP), salah satu jalur masuk Perguruan Tinggi Negeri (PTN) tanpa tes tertulis yang menilai prestasi akademik dan non-akademik siswa selama di bangku sekolah.
Momen pengumuman SNBP menjadi salah satu waktu yang penuh emosi bagi para siswa, baik yang dinyatakan lulus maupun yang belum berhasil.
Psikolog Klinis, Istiqomah, mengatakan bahwa pengumuman SNBP merupakan isu yang sangat penting dan sangat relevan bagi para pelajar saat ini.
Menurutnya, wajar jika siswa merasakan kecewa, sedih, atau marah setelah melihat hasil seleksi.
"Pengumuman SNBP memang momen yang emosional. Hal pertama yang harus dilakukan adalah menerima rasa kecewa, sedih, atau marah itu. Jangan dipendam," ujarnya saat dikonfirmasi pada Selasa, 31 Maret 2026.
Ia menyarankan agar siswa mencoba mengenali dan memberi nama pada emosi yang dirasakan. Misalnya dengan mengatakan pada diri sendiri, 'Aku kecewa karena aku sudah berharap banyak,' atau 'Aku marah karena merasa usahaku sia-sia'.
Menurutnya, memberi nama pada emosi dapat membantu otak menurunkan intensitas stres.
Istiqomah juga menekankan pentingnya memisahkan antara hasil seleksi dengan harga diri.
Baca juga: Masuk PTN 2026: Jalur SNPMB , SNBP dan SNBT Lengkap dengan Syaratnya Daftar hingga Persiapan Matang
Ia menambahkan tidak lulus SNBP, hanyalah satu bagian kecil dalam perjalanan hidup dan bukan penentu kecerdasan maupun masa depan seseorang.
"Tidak lulus SNBP hanyalah satu data poin dalam perjalanan hidup, bukan vonis kalau kita tidak pintar atau tidak punya masa depan," jelasnya.
Ia juga menyarankan siswa untuk menuliskan semua perasaan kecewa atau kesal jika merasa tidak memiliki tempat bercerita.
Menulis dapat membantu mengeluarkan beban pikiran sehingga perasaan menjadi lebih lega.
Selain itu, ia kembali mengingatkan bahwa tidak lulus SNBP bukan berarti seseorang tidak kompeten atau kurang pintar.
Kuota SNBP yang terbatas serta berbagai faktor eksternal di luar kendali peserta juga menjadi penentu dalam proses seleksi.
Diketahui, SNBP merupakan jalur seleksi masuk PTN tanpa tes tertulis yang dilakukan berdasarkan nilai rapor semester 1 hingga semester 5 serta prestasi non-akademik siswa selama SMA, SMK, atau MA.
Psikolog pun mengingatkan para siswa untuk tidak menyerah, karena masih ada jalur seleksi lain yang bisa ditempuh untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi negeri. (*)
!!!Membaca Bagi Pikiran Seperti Olahraga Bagi Tubuh!!!
Contact to : xlf550402@gmail.com
Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.