TRIBUNMANADO.CO.ID - Berikut ini merupakan renungan harian Kristen hari ini Sabtu 28 Maret 2026.

Pembacaan Alkitab terdapat di Matius 26:67–68.

(67)  Lalu mereka meludahi muka-Nya dan meninju-Nya; orang-orang lain memukul Dia, 

(68) dan berkata: ”Cobalah katakan kepada kami, hai Mesias, siapakah yang memukul Engkau?”

Khotbah:

TETAP TENANG MESKI DI TITIK TERENDAH

Keluarga Kristen yang dikasihi dan diberkati Tuhan Yesus,

Hidup kita seringkali di tempatkan dan berada di titik terendah.

Kehilangan banyak hal, tidak dihargai dan diperlakukan tidak manusiawi dan lain sebagainya.

Dalam keadaan seperti ini, bagaimana orang percaya seharusnya bersikap?

Matius 26:67-68 membawa kita melihat Yesus Kristus yang diperlakukan dengan begitu sadis.

Mereka meludahi muka-Nya.

Dalam Perjanjian Lama, meludahi muka adalah tindakan mempermalukan dan merendahkan.

Tidak hanya meludahi, mereka juga meninju, memukul, menghina dan mengejek Yesus Kristus.

Perlakuan orang banyak ini bukan kekerasan fisik saja, tetapi juga merampas martabat sebagai manusia.

Yesus Kristus di tempatkan di titik terendah.

Bagaimana sikap Yesus Kristus ?

Ia diam.

Menahan diri, tenang dan kalem.

Ia tidak marah, tidak ada reaksi melawan.

Bukan tanda menyerah dan kalah, tetapi Ia mengendalikan diri untuk tetap taat dan setia pada rancangan karya selamat bapa-Nya.

Yesus Kristus tidak hanyut terbawa situasi.

Dialah pemenang.

Keluarga kristen yang dikasihi Tuhan Yesus,

Firman Tuhan pada hari ini mengajari bahwa ketika kita berada di titik terendah, bukanlah akhir dari kehidupan.

Orang percaya bisa berada di titik terendah dalam hidup, mungkin karena usaha gagal, mengalami musibah, difitnah, dihina, dijatuhkan, diperlakukan dengan tidak adil dan tidak manusiawi.

Memang situasi ini membuat kita sangat menderita.

Sekalipun demikian, orang percaya harus bertahan untuk melakukan yang benar.

Tidak boleh hanyut terbawa arus.

Tetapi, berbuat dosa karena menderita tidak pernah dibenarkan.

Percayalah, melewati proses yang tidak mudah seperti ini, orang percaya dapat bangkit dari keadaan terpuruk dengan mengandalkan Tuhan Allah.

Justru dalam keadaan sulit, kekuatan dan kasih Tuhan Allah sangat terasa.

Seringkali Tuhan Allah mengizinkan umat-Nya berada di titik terendah agar dapat memandang Dia yang Mahatinggi dengan iman dan penyerahan diri.

Karena itu, orang percaya diingatkan bahwa harkat dan martabat kita tidak terletak pada pengakuan dan penghargaan orang lain.

Maksudnya, saat direndahkan dan diperlakukan dengan tidak baik, orang percaya tetap punya harga atau nilai diri.

Kita berharga di mata Tuhan Allah.

Dengan demikian, keluarga Kristen harus membangun kehidupannya berdasarkan standar Tuhan Allah dan bukan pada standar dan ukuran manusia. Amin.

Doa:

Ya Tuhan Allah, kami bersyukur memiliki Engkau yang tetap setia di setiap keadaan hidup.

Dari pada-Mu kami beroleh kekuatan menghadapi pergumulan dan kesukaran. Terpujilah Engkau.

Dalam nama Yesus Kristus. Amin

(TribunManado.co.id/DodokuGMIM)

Contact to : xlf550402@gmail.com


Privacy Agreement

Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.