Laporan Reporter POS-KUPANG. COM, Alexandro Novaliano Demon Paku

POS-KUPANG. COM, OELAMASI - Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) NTT bergerak cepat menangani putusnya Jembatan Asam Tiga di Kilometer 36, Naibonat, Kabupaten Kupang, dengan menyiapkan jembatan sementara serta mengerahkan alat berat ke lokasi.

Kepala BPJN NTT, Janto, mengatakan kerusakan jembatan dipicu oleh faktor cuaca dan kondisi alam di sekitar lokasi yang menyebabkan retakan panjang hingga ke badan jembatan.

“Akibat cuaca, arus sungai menyebabkan retakan panjang sampai ke jembatan. Bekas retakan itu yang kemudian berdampak pada struktur jalan,” jelasnya di lokasi, Kamis (26/3). 

Menurut Janto, pihaknya telah melakukan koordinasi lintas instansi untuk percepatan penanganan, termasuk dengan Dinas Perhubungan dan pihak terkait lainnya.

“Kami sudah koordinasi dengan Dishub dan dinas terkait. Saat ini juga kami sedang mengirimkan alat berat ke lokasi untuk penanganan awal,” ujarnya.

Ia menambahkan, dalam jangka pendek BPJN akan menyiapkan jembatan alternatif di sekitar jembatan yang putus agar arus lalu lintas bisa kembali berjalan, meskipun terbatas.

“Kami siapkan jembatan alternatif sementara. Mudah-mudahan cuaca mendukung, setelah ini kita lakukan survei lanjutan untuk pemasangan,” katanya.

Selain itu, BPJN juga mengarahkan masyarakat untuk sementara waktu menggunakan jalur alternatif melalui wilayah Nunkurus.

Baca juga: Wagub NTT Tinjau Jembatan Asam Tiga Putus, Akses Alternatif Segera Dibuka

“Masyarakat bisa lewat jalur alternatif di Nunkurus. Ini menjadi opsi sementara sambil menunggu penanganan di lokasi utama,” jelasnya.

Janto menjelaskan, dari hasil pengecekan teknis di lapangan, terdapat perbedaan kondisi antara bagian hulu dan hilir jembatan. Pada sisi hilir dinilai lebih memungkinkan untuk pemasangan jembatan sementara.

“Untuk sisi hilir sudah kami cek dan sangat memungkinkan untuk dipasang jembatan sementara, sementara di bagian hulu masih ada pergerakan tanah,” ungkapnya.

Ia menegaskan, penanganan darurat ini dilakukan sambil menyiapkan rencana jangka panjang berupa pembangunan jembatan permanen yang baru.

“Sambil berjalan, teman-teman juga menyiapkan desain permanen. Karena ini jalan nasional, tentu prosesnya harus melalui perencanaan teknis yang matang sebelum dibangun kembali,” ujarnya.

BPJN berharap proses penanganan darurat dapat berjalan lancar, terutama jika kondisi cuaca mendukung, sehingga akses transportasi di jalur strategis tersebut dapat segera dipulihkan. (nov)

Contact to : xlf550402@gmail.com


Privacy Agreement

Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.