TRIBUN-TIMUR.COM - Gelaran Pertemuan Saudagar Bugis Makassar (PSBM) XXVI langsung mendongkrak okupansi Hotel Claro Makassar.
Sedikitnya 500 kamar dibooking para saudagar yang akan menghadiri forum tersebut.
Tingkat hunian hotel pun melonjak. Sekira 85 hingga 90 persen kamar di hotel tersebut telah terisi.
“Untuk pemesanan kamar sekira 85-90 persen, sekira 400 sampai 500 kamar,” ujar Marcom Manager Claro Makassar, Richwan Wahyudi, Rabu (25/3/2026).
Ia menjelaskan, pemesanan kamar melalui panitia pusat maupun perseorangan.
“Untuk pemesanan dari panitia pusat, namun lebih banyak perseorangan,” jelasnya.
PSBM XXVI digelar selama dua hari, 25 hingga 26 Maret 2026, di Hotel Claro Makassar.
Ribuan peserta dari berbagai daerah di Indonesia mulai berdatangan untuk mengikuti forum tersebut.
Ketua Departemen Humas BPP KKSS, Suwardi Thahir, menyebut jumlah peserta hadir ditargetkan mencapai 3.000 orang.
“Kami menargetkan sekitar 3.000 peserta,” ujarnya.
Peserta terdiri dari pengusaha, profesional, tokoh masyarakat, hingga diaspora Sulawesi Selatan dari dalam dan luar negeri.
Selain itu, sejumlah mitra strategis KKSS juga turut ambil bagian dalam kegiatan ini.
Kehadiran para saudagar diharapkan dapat memperkuat jejaring serta mendorong kontribusi strategis dalam pembangunan nasional.
“Kehadiran mereka tentu akan memperkuat jejaring dan kontribusi strategis dalam pembangunan nasional,” jelasnya.
KKSS Kalteng
Ketua KKSS Kalimantan Tengah, Andi Bustan, optimistis pelaksanaan PSBM XXVI 2026 memberi dampak ekonomi besar bagi Sulawesi Selatan.
Menurut Andi Bustan, perputaran uang dari kegiatan tersebut berpotensi mencapai miliaran rupiah.
Ia mengaku telah 34 tahun merantau di Palangkaraya, Kalimantan Tengah.
Selama itu, dia berprofesi sebagai dosen di Universitas Palangkaraya (UPR).
Selain mengajar, ia juga aktif mendorong masyarakat untuk berwirausaha.
“Selama di sana, saya juga membuka wawasan teman-teman agar mau berbisnis. Bahkan rombongan yang datang bersama saya, sekira 38 orang, semua sudah memiliki usaha masing-masing,” ujarnya di Hotel Claro Makassar, Rabu (25/3/2026).
Andi Bustan sendiri menggeluti berbagai sektor usaha.
Mulai dari perkebunan kelapa sawit hingga peternakan.
Saat ini, ia fokus mengembangkan peternakan ayam petelur dan ayam pedaging.
Usaha ini juga ingin ia kembangkan di Kabupaten Bone.
Menurutnya, Bone memiliki potensi besar, terutama dari sisi ketersediaan lahan.
Namun, pemanfaatannya dinilai belum optimal.
Kendala utama, katanya justru terletak pada sumber daya manusia yang masih ragu berinvestasi.
“Banyak lahan kosong bisa dikelola, tapi masih ada rasa takut untuk memulai usaha. Kalau terus takut modal tidak kembali, tentu tidak akan bisa bergerak,” ujarnya.
Ia menyoroti peluang dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang membutuhkan pasokan ayam dalam jumlah besar.
Selain itu, sektor kuliner dan UMKM dinilai masih terbuka luas untuk dikembangkan, terutama di wilayah pedesaan.
“Selama ini yang berkembang itu kafe-kafe di kota. Padahal di daerah masih banyak peluang yang belum dimanfaatkan,” katanya.
Terkait PSBM, Andi Bustan memperkirakan dampak ekonomi yang signifikan akan dirasakan daerah.
Ia menyebut, setiap provinsi diperkirakan mengirim sekira 50 peserta.
Dengan total 37 provinsi, jumlah peserta bisa mencapai ribuan orang.
Jika setiap peserta membelanjakan minimal Rp3 juta, maka perputaran uang diperkirakan mencapai Rp6 miliar, bahkan lebih.
“Itu baru hitungan terendah. Artinya, kegiatan PSBM ini memberikan dampak ekonomi yang sangat besar bagi daerah,” jelasnya.
Pembangunan Ekonomi
Pakar ekonomi Sulawesi Tenggara, Syamsir Nur, mengapresiasi KKSS di bawah kepemimpinan Andi Amran Sulaiman.
Dosen Fakultas Ekonomi Universitas Haluoleo Kendari itu menilai, gerakan KKSS saat ini semakin menunjukkan peran strategis dalam mendorong pembangunan ekonomi.
Menurutnya, arah pembangunan yang didorong bersifat pro job, pro growth, dan pro poor.
“KKSS mengonsolidasi kekuatan ekonomi personal dan komunal menjadi kekuatan ekonomi bangsa,” ujar Syamsir.
Ia menilai Andi Amran Sulaiman memiliki komitmen kuat dalam membangun kualitas sumber daya manusia.
Hal tersebut dinilai penting untuk mempercepat transformasi ekonomi, terutama jika didukung generasi yang cerdas dan berdaya saing.
“Transformasi ekonomi akan lebih cepat jika diperankan oleh generasi yang unggul,” tegasnya.
Mengusung tema “Saudagar Tangguh, Ekonomi Tumbuh”, PSBM XXVI difokuskan memperkuat ketahanan ekonomi.
Forum ini juga diarahkan untuk melahirkan pengusaha-pengusaha baru serta mendorong kolaborasi saudagar Bugis-Makassar di tingkat nasional hingga internasional.
Sebagai forum ekonomi berbasis kultural terbesar, PSBM diharapkan mampu menjadi motor penggerak kebangkitan ekonomi.
Tidak hanya di daerah, tetapi juga memberikan kontribusi pada perekonomian nasional.
Selain itu, forum ini juga mempertegas peran strategis diaspora Bugis-Makassar dalam pembangunan bangsa.
Pertemuan ini menguatkan identitas diaspora sebagai pelaku ekonomi yang adaptif dan kontributif di berbagai wilayah.
Di sisi lain, posisi geografis Sulawesi Selatan juga dinilai strategis dalam menjaga denyut ekonomi nasional.
Pengalaman dan keuletan saudagar Bugis-Makassar selama ini berkembang dari sektor pertanian, perikanan, hingga perdagangan.
Kini, peran itu semakin meluas ke sektor industri pengolahan, ekonomi kreatif, hingga digitalisasi.
Praktik-praktik usaha adaptif dan inovatif ini dinilai penting untuk terus dibagikan dan diperbarui.
Hal itu menjadi bagian dari upaya memperkuat daya saing saudagar Bugis-Makassar di tengah dinamika ekonomi global.(*)
Contact to : xlf550402@gmail.com
Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.