Laporan Wartawan Tribun Jabar, Nappisah
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Kebutuhan jelang Lebaran mendorong masyarakat memanfaatkan layanan gadai. Di Jawa Barat, transaksi di Pegadaian meningkat, bersamaan dengan tren investasi emas yang ikut menguat.
Pemimpin Wilayah PT Pegadaian Kanwil X Jawa Barat, Eko Supriyanto, menyebutkan transaksi gadai tumbuh sekitar 10 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Sementara itu, penyaluran kredit mikro juga ikut naik sekitar 5 persen selama Ramadan.
“Kenaikan ini wajar terjadi menjelang Lebaran. Masyarakat memanfaatkan gadai untuk memenuhi kebutuhan konsumsi, tapi juga untuk tambahan modal usaha selama Ramadan,” ujar Eko saat ditemui di Jalan Pungkur No. 125, Kota Bandung, Selasa (17/3/2026).
Ia menjelaskan, awal Ramadan biasanya menjadi momentum masyarakat mencari tambahan modal untuk berdagang, mulai dari usaha makanan hingga kebutuhan musiman lainnya. Kondisi ini membuat layanan gadai dan pembiayaan mikro menjadi pilihan cepat.
Di sisi lain, tren investasi emas juga ikut terdongkrak. Pihaknya mencatat pertumbuhan transaksi emas mencapai sekitar 30 persen dibandingkan akhir tahun lalu. Kenaikan harga emas global serta kemudahan transaksi digital menjadi faktor pendorong.
“Ada kombinasi antara harga emas yang naik dan kemudahan akses lewat aplikasi, sehingga masyarakat semakin tertarik berinvestasi,” katanya.
Menariknya, minat investasi emas kini tidak hanya datang dari kelompok usia matang. Dikatakan Eko, Generasi Z mulai mendominasi transaksi seiring kemudahan berinvestasi dengan nominal kecil.
“Sekarang investasi emas bisa mulai dari Rp10.000. Ini yang membuat anak muda tertarik karena praktis dan terjangkau,” jelasnya.
Eko menjelaskan, untuk barang jaminan, emas masih menjadi primadona dengan porsi sekitar 95 persen dari total barang gadai. “Selain mudah disimpan, emas juga dinilai memiliki nilai yang stabil dan cenderung meningkat,” imbuhnya.
Eko menambahkan, transaksi menjelang Lebaran cenderung lebih tinggi dibandingkan periode lain, seperti masa kenaikan kelas. “Ada juga masyarakat yang menggadaikan barang dan yang menebus kembali untuk kebutuhan hari raya,” ucapnya.
Hingga jelang Lebaran, Pegadaian mencatat capaian transaksi emas telah melampaui target awal. “Sampai dengan bulan ini, kita sebenarnya sudah tercapai di bulan sebelum Lebaran sekitar 120 persen, angkanya sekira Rp1 triliun,” imbuhnya.
Eko menambahkan, momentum Lebaran ini biasanya masih akan terus mendorong transaksi. “Kami optimistis tren ini berlanjut setelah hari raya,” kata Eko. (*)
Contact to : xlf550402@gmail.com
Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.