TRIBUNKALTARA.COM — PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara (UID Kaltimra) menyiagakan 1.210 personel untuk memastikan keandalan pasokan listrik selama Ramadan hingga Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah.
Para personel tersebut disiagakan di berbagai wilayah Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara selama masa siaga kelistrikan Ramadan dan Idulfitri (RAFI) yang berlangsung mulai 12 Maret 2026 hingga 31 Maret 2026.
Selama periode ini, PLN menyiagakan sistem kelistrikan, personel operasional, serta berbagai peralatan pendukung guna memastikan pelayanan kelistrikan tetap optimal bagi masyarakat.
Pengamanan kelistrikan dilakukan PLN UID Kaltimra pada 161 lokasi prioritas di wilayah Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara.
Lokasi tersebut meliputi 43 masjid yang terdiri dari 11 masjid raya dan 32 masjid prioritas, serta berbagai fasilitas transportasi dan fasilitas umum lainnya.
Kondisi pasokan listrik di wilayah Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara dipastikan dalam keadaan cukup dan aman selama periode RAFI.
Beban puncak sistem diproyeksikan mencapai 804,8 MW, sementara daya mampu sebesar 976,6 MW.
Dengan demikian terdapat cadangan daya sebesar 171,8 MW sehingga kebutuhan listrik masyarakat selama periode Idulfitri dapat terpenuhi dengan baik.
General Manager PLN UID Kaltimra, Muchamad Chaliq Fadli, menyampaikan telah melakukan berbagai langkah kesiapsiagaan guna memastikan sistem kelistrikan tetap andal selama masa siaga RAFI.
"PLN memastikan sistem kelistrikan di Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara dalam kondisi siap dan andal untuk melayani masyarakat yang merayakan Idulfitri. Seluruh personel, peralatan, serta sistem operasional telah disiagakan guna menjaga pasokan listrik tetap stabil selama periode siaga," ujarnya, Senin (16/3/2026).
Ia menambahkan, dalam mendukung keandalan listrik selama masa siaga RAFI, PLN UID Kaltimra menempatkan personel siaga pada 95 posko yang tersebar di seluruh wilayah Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara guna memastikan respons cepat terhadap potensi gangguan kelistrikan.
"Di samping itu, secara umum proyeksi beban puncak pada Hari Idulfitri 1447 Hijriah diperkirakan turun sekitar 0,17 persen dibandingkan kondisi beban puncak tahun sebelumnya, seiring dengan menurunnya aktivitas industri dan perkantoran selama libur Lebaran," katanya.
Selain kesiapan personel, PLN turut menyiagakan berbagai peralatan pendukung guna menjaga keandalan sistem kelistrikan, antara lain 29 unit UPS, 37 unit UGB, serta 13 unit Unit Kabel Bergerak (UKB/UKKB).
Untuk mendukung mobilitas petugas di lapangan, PLN menyiagakan 2 unit crane, 87 unit mobil operasional, serta 62 unit sepeda motor operasional.
Selain itu, PLN juga memastikan kesiapan infrastruktur pendukung kendaraan listrik (Electric Vehicle) bagi masyarakat yang melakukan perjalanan selama libur Lebaran.
Hingga saat ini, PLN UID Kaltimra telah mengoperasikan 77 unit EV charger yang tersebar di wilayah Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara.
PLN juga mengimbau masyarakat untuk memanfaatkan aplikasi PLN Mobile guna mempermudah akses layanan kelistrikan, mulai dari pengaduan gangguan, permohonan layanan listrik, memperoleh informasi terkait kelistrikan, hingga melakukan perencanaan perjalanan untuk pengguna kendaraan listrik.
"Apabila masyarakat mengalami kendala kelistrikan, dapat segera melaporkan melalui aplikasi PLN Mobile. Petugas kami siap siaga 24 jam untuk memastikan kenyamanan masyarakat selama merayakan Idulfitri dan berkumpul bersama keluarga," tutup Chaliq.
(adv)
Contact to : xlf550402@gmail.com
Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.